Sistem K3 Harus Berorientasi Pencapaian

By HSP 

Suatu kesalahan yang selama ini telah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh hampir semua perusahaan dalam penerapan sistem manajemen keselamatan adalah dengan menanamkan kedalam setiap pikiran pekerja bahwa tujuan sistem manejemen keselamatan adalah untuk menghindari kecelakaan. Maka apa yang ada dalam pikiran setiap karyawan adalah bahwa sistem manajemen keselamatan diperlukan untuk menghindari kecelakaan sehingga mereka juga bersikap dan berperilaku hanya sekedar menghindari kecelakaan. Jika tidak terjadi kecelakaan maka sistem manajemen keselamatan dianggap sudah berjalan dengan baik yang pada akhirnya karena selama ini tidak pernah atau jarang terjadinya kecelakaan kerja maka mereka merasa sistem manajemen keselamatan sudah tidak diperlukan.

            Seseorang yang melakukan sesuatu hanya sekedar untuk menghindari kegagalan atau hukuman, secara psikologi akan berdampak pada sikap atau perilaku reaktip dan korektip dari pada sikap proaktip atau inisiatip. Sikap proaktip dan inisiatip akan muncul jika seseorang melakukan sesuatu karena ingin mencapai suatu keberhasilan atau kesuksesan. Seseorang akan jauh lebih bersemangat dan konsisten dalam usaha untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan jika hanya dibandingkan dengan usaha untuk menghindari kegagalan dan hukuman.

            Jika kita ingin merubah perilaku karyawan menjadi lebih proaktip dan inisiatip maka paradigma sistem keselamatan yang berorientasi untuk menghindari kecelakaan atau kegagalan harus diubah menjadi paradigma yang berorientasi pada pencapaian atau keberhasilan. Jika kita perhatikan landasan atau orientasi penerapan sistem manjemen mutu adalah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk, penekanan dan dorongan yang diberikan bersifat positip dan pengukuran keberhasilanpun diukur dari peningkatan produktifitas dan kualitas. Berbeda halnya dengan sistem keselamatan yang selalu didorong dengan hal yang bersifat negatip seperti kegagalan, kecelakaan dan kehilangan waktu kerja. Dorongan yang bersifat negatip ini harus diubah menjadi dorongan yang bersifat positip dengan mengkaitkan keberhasilan sistem manajemen keselamatan dengan peningkatan produktifitas, efisiensi, kualitas, output produksi, reputasi perusahaan dan bahkan ada perusahaan yang menjadikan indikator keberhasilan sistem keselamatan dengan nilai saham perusahaan dipasar bursa.

Print Friendly, PDF & Email