Carilah Fakta Dalam Melakukan Analisis Kecelakaan

HSP –  Penulis: Ismail.A

Kebanyakan investigasi kecelakaan dilakukan untuk mencari siapa yang melakukan kesalahan dalam proses terjadinya kecelakaan. Istilah “investigasi” yang digunakanpun sebenarnya kurang tepat. Kata-kata investigasi umumnya digunakan pada proses penyelidikan kejadian kriminal pada kepolisian, yang tujuannya mencari pelaku kriminal atau kejahatan. Istilah investigasi kecelakaan telah mengarahkan kita kepada pencarian pelaku penyebab terjadinya kecelakaan yang pada akhir akan memberikan vonis salah dan hukuman kepada pekerja. Kita seringkali melakukan interogasi terhadap pekerja yang terlibat dalam terjadinya proses kecelakaan, hal ini akan menimbulkan ketakutan bagi pekerja dan mereka berusaha membela diri dan menutupi apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada orang yang mau disalahkan meskipun dia telah melakukan kesalahan, seseorang akan melakukan pembelaan diri jika disalahkan dalam suatu kejadian. Metode investigasi kecelakaan seperti ini tidak akan dapat menemukan penyebab kecelakaan yang sebenarnya.

          Untuk mendapatkan penyebabkan kecelakaan yang sebenarnya maka yang harus dilakukan adalah analisis kecelakaan untuk menemukan fakta. Yang menjadi pokok tujuan adalah mencari fakta-fakta yang akan mengarahkan kita kepada penyebab kecelakaan yang sebenarnya. Apa bedanya antara investigasi kecelakaan dengan analisis kecelakaan?.  Tabel 2.1 dibawah ini menunjukkan perbedaan antara investigasi kecelakaan dengan analisis kecelakaan.

Tabel 2.1. Perbedaan Antara Invesitigasi Kecelakaan dengan Analisis Kecelakaan

No. Investigasi Kecelakaan Analisis Kecelakaan
1 Dilakukan oleh personel K3 atau personel investigasi K3 profesional. Dilakukan oleh tim yang melibatkan beberapa departemen dan fungsi.
2 Pokok tujuan mencari kesalahan kerja yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Pokok tujuan mencari fakta-fakta yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.
3 Bersifat reaktif terhadap kecelakaan yang menyebabkan korban atau cidera serius. Bersifat proaktif terhadap semua jenis kecelakan dan kejadian hampir celaka.
4 Umumnya hanya menemukan satu penyebab kecelakaan. Akan menemukan beberapa penyebab kecelakaan.
5 Pendekatan yang dilakukan tidak bersifat komprehensif. Pendekatan yang dilakukan bersifat komprehensif atau menyeluruh.
6 Rekomendasi yang dihasilkan adalah hanya bagaimana menghindari kecelakaan. Rekomendasi yang dihasilkan adalah bagaimana memperbaiki dan meningkatkan proses kerja untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik dan aman.
7 Diskusi yang dilakukan mengarah kepada mencari siapa yang salah sehingga menimbulkan suasana yang kaku. Diskusi mengarah kepada pencarian fakta-fakta sehingga menimbulkan suasana yang saling mendukung.
8 Pihak manajemen akan melakukan perbaikan terhadap lingkungan kerja berdasarkan hasil hasil invesitigasi. Pihak pekerja akan memberikan rekomendasi perubahan lingkungan kerja.
9 Aplikasi dari solusi diterapkan secara sempit atau terbatas. Aplikasi dari solusi diterapkan secara lebih luas.
10 Evaluasi difokuskan kepada laju tingkat kecelakaan. Evaluasi difokuskan kepada tingkat partisipasi pekerja dalam menerapkan sistem K3.
Print Friendly