Safety Harus Melalui Pendekatan Sistem

By HSP – Penulis:  Ismail. A

Saya menemukan banyak sekali laporan kecelakan dan tindakan pencegahan yang direkomendasikan yang bersifat lokal, sempit dan tidak menyeluruh. Pendekatan yang dilakukan adalah kasus perkasus dan solusi yang direkomendasikan juga kasus per kasus. Sebagai contoh kecelakaan yang terjadi pada salah seorang pekerja yang terkena bahan kimia bersifat korosif sehingga menyebabkan luka bakar pada tanggannya. Kemudian didalam laporan kecelakaan dijelaskan bahwa penyebab kecelakaan adalah karena tidak tersedianya alat penuang bahan baku kedalam tangki pengaduk sehingga bahan baku harus dituang secara manual kedalam tangki. Dan rekomendasi yang diberikan adalah menyediakan alat penuang atau pompa untuk memasukkan bahan baku kedalam tangki pengaduk. Pendekatan yang sangat sederhana dan sempit sehingga temuan penyebab dan rekomendasi pencegahan kecelakaan juga sangat sederhana dan sempit. Apakah rekomendasi pencegahan kecelakaan yang sederhana ini akan bisa mencegah kecelakaan yang sama dikemudian hari?, ya mungkin saja bisa, akan tetapi tidak akan berkelanjutan, pada suatu saat nanti kecelakaan yang sama ditempat yang sama bisa terjadi lagi, karena pendekatan analisis kecelakaan dan rekomendasi yang diberikan tidak menyeluruh, dan bisa saja tidak menyentuh akar permasalahan yang sesungguhnya.

Untuk memperoleh solusi yang berkelanjutan diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam melakukan analisis kecelakaan. Pendekatan menyeluruh adalah pendekatan secara sistem. Yang dimaksud dengan pendekatan sistem adalah pendekatan terhadap semua faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Menurut berbagai teori dan hasil penelitian, ada tiga faktor utama penyebab kecelakaan kerja yaitu (1) Faktor Manajemen (2) Faktor Lingkungan Kerja dan (3) Faktor Pekerja. Faktor manajemen adalah hal-hal yang berkaitan dengan sistem manajemen dan organisasi seperti diskripsi pekerjaan dan tanggung jawab, pengawasan, sistem pelaporan, prosedur kerja, program training dan seterusnya. Faktor lingkungan kerja meliputi mesin-mesin produksi, peralatan kerja, ala-alat bantu kerja, tata letak atau alur proses produksi, alat-alat keselamatan, pencahayaan, ventilasi, kebersihan dan seterusnya. Faktor pekerja meliputi kompetensi, keahlian, kedisiplinan, kepedulian dan perilaku pekerja. Dalam melakukan analisis terhadap kecelakaan atau potensi terjadinya kecelakaan kerja harus memperhatikan ketiga faktor utama kecelakaan kerja tersebut.

Print Friendly