Ijin Kerja Panas (Hot Work Permit)

Apa yang terjadi?

Gambar yang berada disebelah kiri adalah Foreman (F), welder (W) dan 2 orang pekerja maintenance (M) yang melakukan pengelasan pada Tanki no 1. Mereka tidak mengikuti prosedur ijin kerja panas (Hot work permit) secara baik. Mereka tidak melakukan pengecekan apakah didalam tanki yang akan dikerjakan terdapat gas atau uap yang mudah terbakar dengan alat gas detector. Tetapi mereka melakukan suatu hal yang sangat konyol, yaitu melakukan pengecekan apakah terdapat gas mudah terbakar didalam tanki atau tidak dengan menggunakan ujung welding tourch (ujung alat las yang sudah dinyalakan) kedalam tanki no 1, ini adalah suatu tindak tidak aman yang mereka lakukan, jika seandainya didalam tanki terdapat gas mudah terbakar maka sudah pasti tanki tersebut akan terbakar dan meledak dan mencederai mereka, namun mereka masih beruntung hal itu tidak terjadi. Disebelah tanki no 1 ada tanki no 2 yang saling terhubung satu dengan yang lainnya dan tidak diisolasi dengan baik pada saat mereka melakukan pengelasan pada tanki no 1. Sementara didalam tanki no 2 masih terdapat sisa uap yang mudah terbakar, maka pada saat mereka melakukan pengelasan dan adanya percikan dari proses pengelasan menyebabkan uap tersebut terbakar dan kedua tanki tersebut meledak. Foreman dan 2 orang maintenance meninggal, sementara welder mengalami luka yang sangat serius akibat kecelakaan tersebut.

 

Gambar sebelah kanan memperlihat kecelakaan sejenis dimana pengelasan dilakukan didekat truk tanki minyak, dan ini juga dilakukan tanpa mengikuti prosedur Hot Work Permit. Akibatnya uap yang mudah terbakar disekitar truk tanki menyala dan tanki minyak meledak, sehingga mengakibatkan sebuah rumah diseberang jalan dari posisi truk hancur dan satu orang meninggal dan satu orang lainny luka parah.

 

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah kecelakaan seperti kejadian diatas?

  • Mengetahui jenis-jenis aktifitas kerja dengan panas (hot work), misalnya welding, cutting, grinding, mengoperasikan mesin diesel, atau aktifitas lain yang bisa menyebabkan percikan (spark).
  • Memahami dan mengikiuti prosedur hot work permit (ijin kerja panas) yang ada diperusahaan anda.
  • Memastikan bahwa hot work permit dikeluarkan oleh personal yang sudah detraining dan dikualifikasi.
  • Jika anda memiliki keraguan atau tidak pasti untuk melakukan aktifitas kerja panas (hot work), segera hentikan dan bicarakan dengan manajemen sebelum melanjutkannya.
  • Gunaka flammable gas detector untuk mengidentifikasi keberadaan gas atau uap mudah terbakar disekitar area kerja.

Referensi: Safety Beacon-CSB

SEMOGA BERMANFAAT

HSP

 

 

Print Friendly
You might also likeclose