HSP Academy Training Center

HSP Academy Training Center -

Keselamatan Kerja Dan Peningkatan Produksi Dan Produktivitas

Produktifitas K3

Produktifitas K3

Keselamatan kerja erat bersangkutan dengan peningkatan produksi dan produktivitas. Produktivitas adalah perbandingan diantara hasil kerja (output) dan upaya yang digunakan (input). Keselamatan kerja dapat membantu peningkatan produksi dan produktivitas atas dasar :

  1. Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, kecelakaan-kecelakaan yang menjadi sebab sakit, cacat, dan kematian dapat dikurangi atau ditekan sekecil mungkin, sehingga pembiayaan yang tidak perlu dapat dihindari.
  2. Tingkat keselamatan yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaan peralatan kerja dan mesin yang produktif dan efisien dan bertalian dengan tingkat produksi dan produktivitas yang tinggi.
  3. Pada berbagai hal, tingkat keselamatan yang tinggi menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung kenyamanan serta kegairahan kerja, sehingga faktor manusia dapat diserasikan dengan tingkat efisiensi yang tinggi pula.
  4. Praktek keselamatan tidak bisa dipisah-pisahkan dari keterampilan, keduanya berjalan sejajar dan merupakan unsur-unsur esensial bagi kelangsungan proses produksi.
  5. Keselamatan kerja yang dilaksanakan sebaik-baiknya dengan partisipasi pengusaha dan buruh akan membawa iklim keamanan dan ketenangan kerja, sehingga sangat membantu bagi hubungan buruh dan pengusaha yang merupakan landasan kuat bagi terciptanya kelancaran produksi.

Pokok-Pokok Penting Dalam K3

Tempat Kerja

Menurut undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang dimaksud dengan tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hokum republik indonesia. Kemudian dalam penjelasannya pada pasal 1 ayat (1), dengan perumusan ini, maka ruang lingkup dari UU tersebut jelas ditentukan oleh 3 unsur yaitu:

  • Tempat dimana dilakukan pekerjaan bagi suatu usaha.
  • Adanya tenaga kerja yang bekerja.
  • Adanya bahaya dan resiko kerja yang ada di tempat kerja.

Keselamatan kerja

Menurut Widodo Siswowardojo (2003), keselamatan kerja adalah : Keselamatan dan Kesehatan kerja secara definitif dikatakan merupakan daya dan upaya yang terencana untuk mencegah terjadinya musibah kecelakaan ataupun penyakit akibat kerja. Menurut Suma’mur (1996), keselamatan kerja adalah : Keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Pendapat-pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa keselamatan kerja merupakan suatu program perlindungan terhadap karyawan pada saat bekerja dan berada di dalam lingkungan tempat kerja dari resiko kecelakaan dan kerusakan mesin atau alat kerja untuk berusaha mencegah dan menimbulkan atau bahkan menghilangkan sebab terjadinya kecelakaan.

Kesehatan Kerja

Menurut Widodo Siswowardojo (2003), kesehatan kerja adalah Peningkatan dan memelihara derajat kesehatan tenaga kerja setinggi-tingginya, baik fisik, mental maupun sosial, mencegah dan melindungi tenaga kerja terhadap gangguan kesehatan akibat lingkungan kerja dan faktor-faktor lain yang berbahaya, menempatkan tenaga kerja dalam suatu lingkungan yang sesuai dengan faal dan jiwa serta pendidikannya, meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas, serta mengusahakan agar masyarakat lingkungan sekitar perusahaan terhindar dari bahaya pencemaran akibat proses produksi, bahan bangunan, dan sisa produksi. Sedangkan menurut Suma’mur (1996), berpendapat bahwa kesehatan kerja adalah : Spesialisasi dari ilmu kesehatan atau kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja ataupun masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun sosial, denagn usaha-usaha preventif dan kuratif terhadap faktor-faktor pekerjaan, lingkungan kerja dan terhadap penyakit umum. Pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kesehatan kerja merupakan suatu kondisi dilingkungan kerja yang bebas dari penyakit fisik dan mental. Perusahaan menjalankan program kesehatan kerja untuk menjaga kesehatan kerja karyawannya secara fisik dan mental agar produktivitas mereka dapat pula terjaga dan meningkat.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara filosofi adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya. Secara disiplin ilmu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja diartikan sebagai “ilmu dan penerapannya secara teknis dan teknologis untuk melakukan pencegahan terhadap munculnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dari setiap pekerjaan yang dilakukan”. Secara hukum, Keselamatan dan Kesehatan Kerja diartikan sebagai “Suatu upaya perlindungan agar setiap tenaga kerja dan orang lain yang memasuki tempat kerja senantiasa dalam keaaan yang sehat dan selamat serta sumbersumber proses produksi dapat dijalankan secara aman, efisien dan produktif”. Ditinjau dari segi ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan skala prioritas, karena dalam pelaksanaannya, selain dilandasi oleh peraturan perundang-undangan tetapi juga dilandasi oleh ilmu-ilmu tertentu, terutama ilmu keteknikan dan ilmu kedokteran. Adapun tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja menurut antara lain :

  • Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatan dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatakan produksi serta produktivitas nasional.
  • Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja.
  • Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman.

Potensi Bahaya

Potensi bahaya adalah suatu keadaan yang memungkinkan atau berpotensi terhadap terjadinya kecelakaan berupa cedera, penyakit, kematian, kerusakan atau kemampuan melaksanakan fungsi operasional yang telah ditetapkan.

Identifikasi Potensi Bahaya

Identifikasi potensi bahaya merupakan suatu proses aktivitas yang dilakukan untuk mengenali seluruh situasi atau kejadian yang berpotensi sebagai penyebab terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang mungkin timbul di tempat kerja.

Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Inspeksi K3) adalah Suatu aktivitas untuk menemukan masalah-masalah atau potensi bahaya dan menilai resikonya sebelum kerugian atau kecelakaan dan penyakit akibat kerja benarbenar terjadi. Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

a. Inspeksi Informal

Inspeksi Informal merupakan inspeksi yang tidak direncanakan sebelumnya dan sifatnya cukup sederhana yang dilakukan atas kesadaran orang-orang yang menemukan atau melihat masalah K3 di dalam pekerjaannya sehari-hari. Inspeksi ini cukup efektif karena masalah-masalah yang muncul langsung dapat dideteksi, dilaporkan dan segera dapat dilakukan tindakan korektif.

b.Inspeksi Rutin/Umum

Inspeksi Rutin/Umum biasanya dilakukan dengan cara walk-trough survey ke seluruh area kerja dan bersifat komprehensif.

Perbedaan Audit SMK3 dengan Inspeksi SMK3 :

Audit SMK3:

  • Upaya mengukur efektivitas dari pelaksanaan suatu sistem
  • Difokuskan terhadap suatu sistem
  • Penekanan terhadap proses
  • Metode pelaksanaan : Tinjauan ulang, verifikasi dan observasi
  • Jangka panjang

Inspeksi K3:

  • Upaya menemukan kesesuaian dari suatu obyek
  • Difokuskan terhadap suatu obyek
  • Penekanan terhadap hasil akhir
  • Metode pelaksanaan dengan pengujian secara teknis dan mendetail
  • Jangka pendek

Tujuan audit SMK3 adalah :

  • Menilai secara kritis dan sistematis semua potensi bahaya potensial dalam sistem di kegiatan operasi perusahaan.
  • Memastikan bahwa pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan pemerintah, standar teknis yang telah ditentukan, standar keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku dan kebijakan yang ditentukan oleh manajemen perusahaan.
  • Menentukan langkah untuk mengendalikan bahaya potensial sebelum timbul gangguan atau kerugian terhadap tenaga kerja, harta, lingkungan maupun gangguan operasi serta rencana tanggap terhadap keadaan darurat sehingga mutu pelaksanaan K3 dapat meningkat.

Manajemen

Manajemen adalah suatu proses kegiatan yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengukuran dan tindak lanjut yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya manusia (Sucofindo, 1999, dalam Ari Utami Hendrawati, 2004). Manajemen merupakan suatu ilmu yang mencakup aspek sosial dan nyata yang tidak terlepas dari tanggung jawab keselamatan dan kesehatan kerja, baik dari segi perencanaan maupun pengambilan keputusan dan organisasi.

Sistem Manajemen

Sistem manajemen adalah rangkaian kegiatan yang teratur dan saling berhubungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dengan menggunakan manusia dan sumber daya yang ada ( Sucofindo, 1999).

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja disebut SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan pencapaian , pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman (Permenaker No : PER. 05/MEN/1996). Manfaat penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja bagi perusahaan menurut Tarwaka (2008) adalah :

  • Pihak manajemen dapat mengetahui kelemahan-kelemahan unsur system operasional sebelum timbul gangguan operasional, kecelakaan, insiden dan kerugian-kerugian lainnya.
  • Dapat diketahui gambaran secara jelas dan lengkap tentang kinerja K3 di perusahaan.
  • Dapat meningkatkan pemenuhan terhadap peraturan perundangan bidang K3.
  • Dapat meningkatkan pegetahuan, ketrampilan dan kesadaran tentang K3, khususnya bagi karyawan yang terlibat dalam pelaksanaan audit.
  • Dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Konsep Dasar Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mencakup ketentuan pola tahapan “Plan-Do-Check-Action” sebagai berikut :

  • Penetapan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap penerapan SMK3.
  • Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan SMK3.
  • Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran.
  • Mengukur dan memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta melakukan tindakan pencegahan dan perbaikan.
  • Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan SMK3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.

Dengan demikian sektor industri dapat memiliki dua dimensi yang sesuai dengan kemampuan dan Policy Managementnya dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yaitu :

  • Innovative Management dengan melakukan inovasi manajemen melalui “Unsafe Condition Minimalizers” yang artinya adalah bagaimana kita dituntut untuk memperkecil atau mengurangi insiden yang diakibatkan oleh kondisi tempat kerja seperti, organisasi, peralatan kerja (mesin-mesin), lingkungan kerja dan sistem kerja.
  • raditional System dalam penyelamatan pekerjaan melalui “Unsafe Act Minimalizers” yang artinya adalah bagaimana kita dituntut untuk memperkecilatau mengurangi tingkah laku orang yang tidak aman.

 

Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Menurut Permenaker No. PER-04/MEN/1987 pasal 1 (d) yang dimaksud dengan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) adalah Badan pembantu di tempat kerja yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan kerjasama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Agar fungsi P2K3 tersebut dapat berjalan dengan efektif, maka tugas-tugas pengurus harus diuraikan secara jelas dalam bentuk ”Job Discription” antara lain sebagai berikut :

a. Tugas Ketua Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) :

  • Memimpin semua rapat pleno P2K3 atau menunjuk pengurus lainnya untuk memimpin rapat pleno.
  • Menentukan langkah kebijakan demi tercapainya pelaksanaan programprogram yang telah digariskan organisasi.
  • Mempertanggung jawabkan program-program P2K3 dan pelaksanaannya kepada direksi perusahaan.

b. Tugas Wakil Ketua Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) : Melaksanakan tugas-tugas ketua dalam hal ketua berhalangan dan membantu pelaksanaan tugas ketua sehari-hari.

c. Tugas Sekretaris Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) :

  • Membuat undangan rapat dan membuat notulen rapat.
  • Memberikan bantuan atau saran-saran yang diperlukan oleh seksi-seksi untuk kelancaran program-program K3.
  • Membuat laporan ke departemen-departemen perusahaan tentang adanya potensi bahaya di tempat kerja.

d. Tugas anggota Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) :

  • Melaksanakan program-program yang telah ditetapkan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
  • Melaporkan kepada ketua atas setiap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang jelas tidak dikehendaki dan sering kali tidak terduga semula yang dapat menimbulkan kerugian baik waktu, harta benda atau properti maupun korban jiwa yang terjadi di dalam suatu proses kerja industri atau yang berkaitan dengan pekerjaan.

SEMOGA BERMANFAAT

HSP ACADEMY

Contractor Safety Management System

HSP, Dec  2011

By. Ismail. A

Apa itu CSMS?
Contractor Safety Management System adalah suatu sistem manajemen yang mengatur secara sistematis proses prakualifikasi, seleksi, pengawasan pekerjaan dan eveluasi kinerja kontraktor.

Beberapa alsan kenapa anda harus menerapkan CSMS diperusahaan anda, diantaranya adalah:

  • Meningkatnya angka kecelakaan khususnya keterlibatan kontraktor
  • Tingginya biaya akibat kecelakaan dan hilangnya jam kerja
  • Dampak negatif terhadap pekerja, fasilitas dan lingkungan pihak penyelenggara
  • Berdampak terhadap reputasi perusahaan.
  • Adanya peraturan pemerintah

Dengan menerapkan CSMS, maka diharapkan nantinya anda dapat:

  • Mengurangi tingkat tingkat risiko kecelakaan terhadap pekerja, fasilitas operasi dan lingkungan.
  • Menjaga reputasi perusahaan
  • Mematuhi aturan pemerintah
  • Memenuhi persyaratan EHS management system
  • Meningkatkan kinerja kontraktor

Disamping itu anda juga akan mendapatkan berbagai keuntungan lain dengan menerapkan CSMS diperusahaan anda, diantaranya adalah:

  • Safety expectation dan capabilities dapat dipahami secara jelas sebelum pekerjaan dimulai.
  • Meningkatkan program HSE
  • Kerjasama yang lebih baik antara operator dan kontraktor
  • Perbaikan terhadap training programs bagi pekerja
  • Meningkatkan productivity, reliability dan efficiency.

Semua perusahaan berharap hasil pekerjaan kontraktor:

  • No defect
  • No rework
  • No harm to people
  • No damage to equipment
  • No damage to environment

Dan harapan tersebut diatas hanya dapat dicapai jika kontraktor memiliki perencanaan, komunikasi, dan manajemen pekerjaan yang baik.  Pihak perusahaan yang memberikan pekerjaan dapat membantu dan mengarahkan kontraktor dalam menerapkan CSMS.

American Petroleum Institute (API) mengenluarkan rekomendasi penerapan CSMS (API RECOMMENDED PRACTICE 76) yang terdiri dari lima (5) elemen penting, yaitu:

I. Operator-specific Safety Requirements

Terdapat 4 hal penting yang dipersyaratkan dalam elemen ini, yaitu:

  1. Kewajiban dari operator (penyelengara) dalam menerapkan persyaratan K3 terhadap kontraktor serta mengkomunikasikannya.
  2. Kewajiban bagi kontraktor untuk mengembangkan sistem K3.
  3. Pelaksanaan training bagi pekerja kontraktor sebelum pekerjaan dimulai dan mengkomunikasikan aspek-aspek keselamatan kerja kepada pekerja kontraktor berdasarkan kajian risiko atau JSA.
  4. Memastikan bahwa setiap karyawan baru telah mendapatkan training untuk tugas dan tanggungjawab yang akan dilakukannya serta mendapatk training K3 sebelum memulai pekerjaa.

 

II. Contractor Selection Process

Elemen ini mensyaratkan beberapa elemen penting yang harus ditinjau pada saat melakukan proses seleksi, yaitu:

a)    Melakukan review terhadap kebijakan HSE tertulis Kontraktor dan implementasinya didukung oleh manajemen puncak dari kontraktor tersebut.

b)    Pernyataan komitmen oleh Kontraktor untuk mematuhi semua peraturan dan ketentuan HSE yang berlaku.

c)    Catatan cidera dan penyakit akibat kerja (PAK) selama tiga tahun sebelumnya.

d)    Outline orientasi keselamatan karyawan baru dari kontraktor.

e)    Deskripsi dari berbagai program HSE Kontraktor, termasuk: prosedur investigasi kecelakaan, bagaimana inspeksi keselamatan dilakukan; pertemuan keselamatan, substansi program pencegahan penyalahgunaan (pengujian dan / atau pencarian).

f)     Uraian tentang pelatihan untuk setiap karyawan dan program  refresh training.

g)    Deskripsi program pelatihan untuk pekerja kontrak jangka pendek (SSE-short service employee). Operator dan Kontraktor harus membangun program SSE sebagai bagian dari negosiasi kontrak untuk HSE proses.

h)   Melengkapi Kuesioner Standar Keselamatan.

III. Work Performance

Penting bagi operator dan Kontraktor untuk memahami tanggung jawab masing-masing selama perencanaan, kinerja, dan penyelesaian tahap pekerjaan. Sebagai bagian dari proses, operator dapat memberitahu Kontraktor mana persyaratan keselamatan yang tidak terpenuhi, tetapi secara umum tanggung jawab Kontraktor, bukan operator, untuk menyampaikan kepada karyawan Kontraktor langkah-langkah yang harus diambil untuk memperbaiki kekurangan.

Sebelum pekerjaan dimulai, Operator harus mengidentifikasi dan menyampaikan peraturan keselamatan yang relevan kepada Kontraktor yang dipersyaratkan oleh Operator. Semua atau sebagian dari informasi tersebut dapat juga digunakan dalam orientasi keselamatan dan pertemuan keselamatan dengan pekerja oleh Operator atau Kontraktor.

 

IV. Management of Change (MOC)

Pada saat perbaikan sementara, koneksi, bypass, atau modifikasi terhadap disain asli dapat menimbulkan bahaya baru. Perhatian harus dicurahkan untuk memahami implikasi perubahan apapun terhadap operasional, dan personil EHS. Meskipun beberapa perubahan kecil dengan sedikit kemungkinan mengorbankan keselamatan atau perlindungan lingkungan, namun banyak perubahan memiliki potensi untuk gangguan operasional, cidera, atau kerugian bisnis. Maka operator dan kontraktor harus memastikan prosedur MOC diikuti secara benar jika terjadi perubahan selama pekerjaan berlangsung, baik itu perubahan fasilitas, personel, prosedur, peralatan, dsb.

V. Evaluating Contractor HSE Performance

Operator harus  meninjau secara berkala program HSE dari kontraktor, kebijakan dan prosedur, termasuk informasi Standar Keselamatan dari kuesioner, dan meminta kontraktor untuk meng-update informasi dari kuosioner tersebut.  Kontraktor harus melakukan tinjauan internal secara berkala, sesuai dengan prosedur mereka. Operator juga dapat melakukan pemeriksaan atau review dari program Kontraktor untuk memverifikasi kesesuaian dengan persyaratan HSE dari Operator.

 

SEMOGA BERMANFAAT

HSP

 

Manajemen Standar Untuk Menangani Stress Kerja (Work-Related Stress)

By HSP,

Apa itu Stress?

Stress adalah suatu kondisi yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil. Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka. Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan. Meskipun riset mengenai stres tantangan dan stres hambatan baru tahap permulaan, bukti awal menunjukan bahwa stres tantangan memiliki banyak implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres hambatan. (Sumber Wikipedia).

Mengapa kita perlu untuk mengatasi stress?

  • Sekitar 1 dari 5 orang mengatakan bahwa mereka mengalami stress atau sangat stress dalam pekerjaan mereka.
  • Lebih dari setengah juta orang melaporkan mengalami sakit akibat dari stress pekerjaan.
  • Setiap kasus sakit akibat stress kerja mengakibatkan kehilangan 29 hari waktu kerja. Sebanyak 13,4 juta hari total kehilangan waktu kerja pada tahun 2001.
  • Kerugian atau biaya yang dikeluarkan untuk penyakit akibat stress kerja berkisar antara £ 37 Miliar – £ 38 Miliar setahun (1995-1996).

(Sumber Health and Safety Executive).

Mengingat demikian besarnya dampak kerugian yang diakibatkan oleh stress kerja, maka Health and Safety Executive (HSE) di UK membuat manajemen standar untuk mengatasi atau mengurangi stress di tempat kerja. Guidance atau manajemen standar yang dikeluarkan oleh HSE mencakup enam (6) elemen penting dalam mengendalikan stress kerja ditempat kerja. Jika enam elemen tersebut tidak ditangani dengan baik, maka akan dapat berdampak terhadap kesehatan pekerja, kesejahteraan pekerja, produktivitas kerja, kecelakaan kerja, kenyamanan bekerja, hubungan kerja, dan lain-lain. Enam elemen penting yang harus ditangani secara baik dan berkelanjutan adalah sebagai berikut:

  1. Tuntutan – seperti beban kerja, pola kerja dan lingkungan kerja.
  2. Kontrol – berapa banyak pekerja mengatakan bahwa mereka telah melakukan pekerjaan mereka sesuai SOP namun gagal.
  3. Dukungan – seperti dorongan, motivasi, kelengkapan sumber daya.
  4. Hubungan – misalnya mempromosikan perilaku positif untuk mencegah konflik terhadap perilaku negatif.
  5. Peran/tanggung jawab – apakah para pekerja benar-benar sudah memahami tanggung jawab mereka didalam organisasi dan apakah sudah tidak ada konflik tanggung jawab didalam organisasi.
  6. Perubahan – apakah setiap perubahan sudah dikomunikasikan dengan baik kepada seluruh pekerja.

Berikut akan kita lihat guideline (manajemen standar) untuk masing-masing elemen agar lebih mudah untuk diterapkan ditempat kerja.

Elemen 1: Tuntutan

Standar:

  • Pekerja harus mampu menunjukkan bahwa mereka dapat mengatasi tuntutan kerja yang diberikan kepada mereka.
  • Terdapat sistem atau proses untuk menanggapi setiap keluhan pekerja.

Kondisi yang harus dicapai:

  • Perusahaan memberikan beban kerja atau tuntuan kerja yang sesuai atau dapat dicapai/diselesaikan berdasarkan waktu kerja yang disepakati.
  • Tuntutan pekerjaan yang diberikan disesuaikan dengan keterampilan dan kemampuan pekerja.
  • Pekerjaan yang diberikan harus sesuai dengan kemampuan pekerja.
  • Keluhan pekerja terhadap pekerjaan harus dibicarakan penyelesaiannya.

Elemen 2: Kontrol

Standar:

  • Pekerja dapat menunjukkan bahwa mereka mampu menjelaskan cara kerja yang mereka lakukan.
  • Terdapat sistem atau proses untuk menanggapi setiap keluhan pekerja.

Kondisi yang harus dicapai:

  • Pekerja harus mampu mengontrol pekerjaan mereka.
  • Perusahaan mendoronga pekerja untuk menggunakan keterampilan dan inisiatip dalam melakukan pekerjaan mereka.
  • Perusahaan mendorong pekerja untuk mengembangkan keterampilan baru untuk membantu mereka dalam mengahadapi tantangan baru didalam bekerja.
  • Perusahaan mendorong pekerja untuk mengembangkan keterampilan mereka.
  • Pekerja memiliki otoritas untuk mengambil waktu istirahat.
  • Pekerja dapat berkonsultasi atas pola kerja mereka.

Elemen 3: Dukungan

Standar:

  • Pekerja dapat menunjukkan bahwa mereka menerima informasi dan dukunganyang memadai dari atasan dan rekan-rekan kerja mereka.
  • Terdapat sistem atau proses untuk menanggapi setiap keluhan pekerja.

Kondisi yang harus dicapai:

  • Perusahaan harus memiliki kebijakan dan prosedur yang cukup untuk mendukung pekerja.
  • Terdapat sistem atau proses yang memungkinkan manajer untuk mendorong dan mendukung staff mereka.
  • Terdapat sistem atau proses yang memungkinkan pekerja secara aktif mendorong dan mendukung rekan-rekan kerja mereka.
  • Pekerja mengetahui dukungan apa yang tersedia dan bagaimana untuk mengaksesnya.
  • Pekerja mengetahui bagaimana untuk mengakses sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan mereka.
  • Pekerja menerima umpan balik secara berkala dan konstruktif.

Elemen 4: Hubungan

Standar:

  • Pekerja menunjukkan bahwa mereka tidak mengalami perlakuan yang tidak dapat diterima, misalnya intimidasi ditempat kerja.
  • Terdapat sistem atau proses untuk menanggapi setiap keluhan pekerja.

Kondisi yang harus dicapai:

  • Perusahaan mempromosikan perilaku positip ditempat kerja untuk menghindari konflik dalam menjamin keadilan.
  • Pekerja berbagi informasi yang relevan dengan pekerjaan mereka.
  • Perusahaan memiliki kebijakan dan prosedur untuk mencegah perilaku atau perlakuan yang tidak dapat diterima.
  • Terdapat sistem atau proses yang memungkinkan dan mendorong manajer untuk menangani perilaku atau perlakuan tidak dapat diterima.
  • Terdapat sistem atau proses yang memungkinkan atau mendorong pekerja untuk melaporkan perilaku atau perlakuan yang tidak dapat diterima.

Elemen 5: Peran dan Tanggung Jawab

Standar:

  • Pekerja dapat menunjukkan bahwa mereka memahami peran dan tanggung jawab mereka didalam pekerjaan mereka.
  • Terdapat sistem atau proses untuk menanggapi setiap keluhan pekerja.

Kondisi yang harus dicapai:

  • Perusahaan harus memastikan penempatan pekerja pada tempat yang sesuai.
  • Perusahaan harus memberikan dan menyediakan informasi yang memungkinkan pekerja untuk memahami peran dan tanggung jawab mereka.
  • Perusahaan harus membuat persyaratan yang jelas untuk setiap peran dan tanggung jawab kerja.
  • Terdapat sistem atau proses yang memungkinkan pekerja untuk menyampaikan setiap konflik atau masalah yang muncul didalam peran dan tanggung jawab kerja mereka.

Elemen 6: Perubahan

Standar:

  • Pekerja dapat menunjukkan bahwa perusahaan melibatkan mereka didalam melakukan perubahan.
  • Terdapat sistem atau proses untuk menanggapi setiap keluhan pekerja.

Kondisi yang harus dicapai:

  • Perusahaan memberikan kesempatan atau waktu yang cukup kepada pekerja untuk memahami alasan-alasan perubahan yang diusulkan.
  • Perusahaan memberikan kesempatan kepada pekerja untuk berkonsultasi tentang perubahan dan memberikan kesempatan kepada pekerja untuk memberikan masukkan.
  • Pekerja menyadari dampak dari setiap perubahan pekerjaan dan jika perlu pekerja diberikan training untuk mendukung perubahan tersebut.
  • Pekerja mengetahui waktu atau jadual untuk perubahan.
  • Pekerja memiliki akses untuk mendapatkan dukungan yang relevan selama perubahan.

Bagaimana tahapan penerapan guideline penanganan stress ditempat kerja?

Ada lima (6) tahapan yang harus dilakukan dalam menerapkan standar ini, yaitu:

  1. Menyiapkan organisasi untuk menerapkan manajemen standar penanganan stress ditempat kerja, seperti komitmen top manajemen untuk mendukung program ini, menyediakan sumber daya yang cukup dan team yang akan bekerja untuk program ini.
  2. Melakukan identifikasi faktor-faktor risiko stress ditempat kerja dengan terlebih dahulu memahami standar penanganan stress ditempat kerja.
  3. Mengumpulkan data-data pekerja yang mengalami stress dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi.
  4. Melakukan evaluasi terhadap data-data stress yang diperoleh dan mencari solusi yang mungkin dilakukan.
  5. Membuat rencana tindakan atau program penanganan stress dan menerapkan rencana tersebut.
  6. Melakukan tinjauan ulang dan kajian efektifitas program penanganan stress yang diterapkan.

SEMOGA BERMANFAAT

HSP

Konsep Sistem Manajemen K3

By HSP 

Ref: Ismail. A (2010)

Kegagalan manajemen merupakan salah faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan, seperti dalam teori kecelakaan oleh Bird dan Loftus. Banyak perusahaan yang sudah menerapkan berbagai sistem manajemen untuk meningkatkan kualitas, produktifitas serta menghilangkan potensi terjadinya kerugian akibat kecelakaan dan berhasil mencapai sasaran yang diharapkan dengan menerapkan berbagai sistem manajemen tersebut. Namun tidak jarang pula perusahaan gagal mencapai tujuan dari penerapan sistem manajemen ini. Dalam hal ini banyak faktor dan kendala yang dapat menyebabkan kegagalan manajemen sehingga tujuan penerapan tidak tercapai. Gallagher (2001) menyampaikan beberapa kendala atau hambatan dalam penerapan sistem manajemen keselamatan pada suatu perusahaan sehingga tujuan penerapan sistem ini tidak tercapai, yaitu:

  • Sistem yang diterapkan tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan.
  • Lemahnya komitmen pimpinan perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen tersebut.
  • Kurangnya keterlibatan pekerja dalam perencanaan dan penerapan.
  • Audit tool yang digunakan tidak sesuai serta kemampuan auditor yang tidak memadai.

Selanjutnya pertanyaan yang timbul adalah, apakah sistem manajemen yang diterapkan sudah efektif dalam meningkatkan kualitas, produktifitas atau keeselamatan kerja dan bagaimana cara mengukur efektifitas dari suatu sistem manajemen. Secara umum ada dua cara yang umum digunakan dalam mengukur kinerja sistem manajemen keselamatan, yaitu: metode konvensional dengan cara mengukur insiden dan klaim kompensasi, dan metode yang kedua yaitu positive performance indicators (PPIs) dengan mengukur relevansi sistem manajemen keselamatan, proses, manajemen dan kesesuaian dengan praktek dilapangan.

Menurut Gallagher, hal yang paling penting dalam sistem manajemen keselamatan adalah elemen-elemen yang terkandung dalam sistem tersebut, yaitu:

  • Organisation, Responsibility, Accountability
    • Senior management/involvement
    • Line manager/supervisor duties
    • Management accountability and performance measurement
    • Company OHS policy
  • Consultative Arrangements
    • Health and safety representative – a system resource
    • Issue resolution – HSR/ employee and employer representative
    • Join OHS committees
    • Broad employee participation
  • Spesific Program Elements
    • Health and safety rules and procedures
    • Training program
    • Workplace inspection
    • Incident reporting and investigation
    • Statement of principles for hazards prevention and control
    • Data collection and analysis / record keeping
    • OHS promotion and information provision
    • Purchasing and design
    • Emenrgency procedures
    • Medical and first aid
    • Monitoring and evaluation
    • Dealing with specific hazards and work organisation issues.

Dalam penerapan sistem manajemen keselamatan ditemukan ada dua model yaitu rational organisation theory dan socio-technical system theory. Rational organisation theory menekankan pada pendekatan top-down, penerapan sistem manajemen keselamatan  didasarkan pada kebijakan atau instruksi dari top level manajemen dan diteruskan sampai pada level yang paling bawah. Sementara socio-technical system theory melakukan pendekatan dengan intervensi organisasi yang didasarkan pada analisa hubungan antara teknologi, orientasi dari pekerja dan struktur organisasi (Gallagher, 2001).

Gallagher juga mengklasifikasikan sistem manjemen keselamatan ke dalam 4 tipe, yaitu:

1. Safe Person Control Strategy;

    • strategi pencegahan difokuskan pada kontrol perilaku pekerjaan

2. Safe Place Control Strategy;

    • strategi pencegahan difokuskan pada bahaya dari sumbernya melalui identifikasi, kajian dan pengendalian.

3. Traditional Management;

    • Peran kunci dalam K3 dipegang oleh supervisor dan EHS specialis.
    • Integrasi sistem manajemen keselamatan ke dalam sistem manajemen yang lebih luas masih sangat rendah.
    • Keterlibatan karyawan masih rendah.

4.  Innovative Management;

    • Peran kunci dalam K3 dipegang oleh senior dan line manager.
    • Integrasi sistem manajemen keselamatan kedalam sistem manajemen yang lebih luas sudah sangat baik.
    • Keterlibatan karyawan tinggi.

Metode implementasi dari manajemen keselamatan dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu, voluntary, mandatory dan hybrid (Gallagher, 2001). Voluntary adalah pelaksanaan manajemen keselamatan secara sukarela didasarkan pada tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan dan kesejahteraan karyawannya. Dengan cara ini akan lebih mudah melibatkan karyawan untuk berpartisipasi dalam berbagai program K3. Sementara sebaliknya kategori mandatory didasarkan pada keharusan atau kewajiban untuk memenuhi persyaratan dari pemerintah atau pelanggan. Dan implementasinya terlihat dipaksakan dan sedikit melibatkan karyawan karena tujuannya tidak sepenuhnya melindungi pekerja melainkan compliance. Kategori yang ketiga adalah hybrid yang merupakan kombinasi voluntary dan mandatory, disamping untuk memenuhi persyaratan dari undang-undang  juga bertujuan untuk melindungi pekerja dan aset perusahaan.

SEMOGA BERMANFAAT

HSP

Standard of Work Control

by HSP,

Sebuah ledakan terjadi disebuah tanki penyimpanan Asam Sulfat akibat percikan dari pekerjaan panas yang dilakukan disekitarnya, panas tersebut telah memicu terjadinya nyala dari uap mudah terbakar didalam tanki. Ledakan telah mengakibatkan tanki rusak berat dan seluru Asam Sulfat yang terdapat didalam tanki tumpah keluar. Tanki lain yang berada disekitar tanki Asam Sulfat juga terkena dampak ledakan sehingga juga mengalami kerusakan dan isinya juga tumpah keluar. Tumpah asam mengalir ke sungai yang berada didekat area tanki dan mengkontaminasi air sungai tersebut.

Sebelum kejadian, kontraktor sedang melakukan perbaikan kisi-kisi catwalk yang tepat berada diatas tanki. Ijin kerja panas telah dikeluarkan meskipun diketahui ada lobang pada atap dekat tanki, didalam ijin kerja panas sudah disebutkan agar melakukan kontrol ketat terhadap spark dari pengelasan karena dikhawatirkan sparknya akan mengenai tanki yang berada dibawahnya. Namun si kontraktor mengambil inisiatip untuk mengganti pemotong oxy-acetylene dengan air carbon arc gouging yang tidak menimbulkan spark. Namun sistem ini menimbulkan panas yang luar biasa sehingga melelehkan besi yang dipotong dan lelehanya berjatuhan ke area-area sekitarnya. Akibatnya muncul percikan yang membakar gas / uap yang mudah terbakar yang keluar dari lobang tanki dan menimbulkan ledakan yang menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.

Kejadian tersebut adalah akibat tidak adanya kontrol yang baik terhadap ijin kerja panas yang dilakukan, pemotongan dan pengelasan didekat tanki yang terdapat gas atau uap mudah terbakar harus dilakukan pengukuran adanya gas atau uap mudah terbakar dan pemantauan secara terus menerus selama pekerjaan berlangsung. Serta menggunakan selimut atau cover untuk mencegah adanya percikan panas atau spark ke area yang mudah terbakar. Dari hasil investigasi juga ditemukan tidak adanya tindakan yang diambil ketika ijin kerja panas ditolak pada dua kesempatan sebelumnya untuk pekerjaan perbaikkan.  Adanya lobang pada atap sudah diketahui dan diberitahukan kepada kontraktor agar menjadi perhatian karena berbahaya dan dapat diantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan. Perusahaan dikenakan sanksi karena telah gagal menyimpan Asam Sulfat yang mengakibatkan kematian dan kontaminasi terhadap lingkungan. Selain denda kompensasi yang dibayar kepada korban sebesar US$ 37,000,- ditambah denda terhadap kerusakaan lingkungan sebesar 10 juta USD.

Kejadian diatas adalah merupakan salah satu contoh kecelakaan yang diakibatkan oleh lemahnya kontrol terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja atau kontraktor. Dari studi-studi yang dilakukan pada berbagai perusahan oil & gas, ditemukan hanya 10% kecelakaan yang tidak ada korelasinya dengan sistem kontrol pekerjaan, sementara 90% kecelakaan lainnya berkaitan dengan sistem kontrol pekerjaan.

Sebuah perusahan minyak dunia terkemuka mengembangkan standar kontrol kerja (Control of Work Standar), standar ini memiliki 12 elemen yang harus diterapkan agar kecelakaan seperti diatas dapat dihindari, elemen-elemen tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut:

  1. Prosedur tertulis harus dibuat untuk setiap sistem kontrol kerja.
  2. Penanggung jawab dan peran dalam setiap prosedur sistem kontrol kerja harus ditetapkan.
  3. Semua personal yang terlibat didalam sistem kontrol kerja harus di training dan memiliki kompetensi yang baik untuk menjalankan tugasnya.
  4. Perencanaan dan jadual pekerjaan harus berkaitan dengan tugas-tugas individu dan interaksi diantara mereka.
  5. Tugas atau pekerjaan tidak boleh dilakukan tanpa kajian risiko.
  6. Sebelum melakukan pekerjaan di area-area berbahaya seperti confined space, kerja panas dan lain-lain harus mendapatkan surat ijin kerja terlebih dahulu.
  7. Ruang lingkup, bahaya, kontrol dan mitigasi harus dikomunikasikan secara tertulis dan ditanda tangani oleh semua yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.
  8. Semua pekerjaan yang memerlukan ijin kerja harus dimonitor dan dikontrol oleh personal yang bertanggung jawab secara berkala.
  9. Pekerjaan lapangan yang ditinggalkan harus dalam kondisi aman baik setelah selesai pekerjaan ataupun pada saat istirahat.
  10. Proses standar kontrol kerja harus masuk kedalam proses tinjaun berkala (audit).
  11. Pelajaran atau masukan dari internal dan eksternal yang mempengaruhi proses standar kontrol kerja harus diambil, dimasukkan dan di informasikan.
  12. Standar kontrol kerja harus jelas dan dipahami oleh semua pekerja sehingga mereka bisa menghentikan setiap pekerjaan yang tidak aman.

Standar kontrol pekerjaan ini diterapkan pada proses kerja konstruksi, perbaikan atau perawatan, pembongkaran, dan lain-lain. Standar ini tidak perlu diterapkan untuk proses kerja rutin produksi atau aktivitas normal sehari-hari. Dengan menerapkan standar ini diharapkan risiko pekerjaan dapat diturunkan sehingga bisa mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan.

SEMOGA BERMANFAAT

HSP

LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN SMK3/OHSAS18001

Dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar SMK3 tersebut menjadi efketif, karena SMK3 mempunyai elemen-elemen atau persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dibangun didalam suatu organisasi atau perusahaan. Sistem Manajemen K3 juga harus ditinjau ulang dan ditingkatkan secara terus menerus didalam pelaksanaanya untuk menjamin bahwa system itu dapat berperan dan berfungsi dengan baik serat berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan. Untuk lebih memudahkan penerapan standar Sistem Manajemen K3, berikut ini dijelaskan mengenai tahapan-tahapan dan langkah-langkahnya. Tahapan dan langkah-langkah tersebut menjadi dua bagian besar.

a.   Tahap Persiapan.

Merupakan tahapan atau langkah awal yang harus dilakukan suatu organisasi/perusahaan. Langkah ini melibatkan lapisan manajemen dan sejumlah personel, mulai dari menyatakan komitmen sampai dengan kebutuahn sumber daya yang diperlukan, adapun tahap persiapan ini, antara lain:

  • Komitmen manajemen puncak.
  • Menentukan ruang lingkup
  • Menetapkan cara penerapan
  • Membentuk kelompok penerapan
  • Menetapkan sumber daya yang diperlukan

b.   Tahap pengembangan dan penerapan.

Dalam tahapan ini berisi langkah-langkah yang harus dilakukan oleh organisasi/perusahaan dengan melibatkan banyak personel, mulai dari menyelenggarakan penyuluhan dan melaksakan sendiri kegiatan audit internal serta tindakan perbaikannya sampai melakukan sertifikasi.

Langkah 1. Menyatakan Komitmen

Pernyataan komintmen dan penetapan kebijakan untuk menerapan sebuah Sistem Manajemen K3 dalam organisasi/perusahaan harus dilakukan oleh manajemen puncak. Persiapan Sistem Manajemen K3 tidak akan berjalan tanpa adanya komintmen terhadap system manajemen tersebut. Manajemen harus benar-benar menyadari bahwa merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap keberhasilan atau kegagalan penerapan Sistem K3. Komitmen manajemen puncak harus dinyatakan bukan hanya dalam kata-kata tetapi juga harus dengan tindakan nyata agar dapat diketahui, dipelajari, dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh staf dan karyawan perusahaan. Seluruh karyawan dan staf harus mengetahui bahwa tanggung jawab dalam penerapan Sistem Manajemen K3 bukan urusan bagian K3 saja. Tetapi mulai dari manajemen puncak sampai karyawan terendah. Karena itu ada baiknya manajemen membuat cara untuk mengkomunikasikan komitmennya ke seluruh jajaran dalam perusahaannya. Untuk itu perlu dicari waktu yang tepat guna menyampaikan komitmen manajemen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3.

Langkah 2. Menetapkan Cara Penerapan

Dalam menerapkan SMK3, perusahaan dapat menggunakan jasa konsultan dengan pertimbangan sebagai berikut:

  • Konsultan yang baik tentu memiliki pengalaman yang banyak dan bervariasi sehingga dapat menjadi agen pengalihan pengentahuan secara efektif, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang tepat dalam proses penerapan Sistem Manajemen K3.
  • Konsultan yang independen kemungkinan konsultan tersebut secara bebas dapat memberikan umpan  balik kepada manajemen secara objektif tanpa terpengaruh oleh persaingan antar kelompok didalam organisasi/perusahaan.
  • Konsultan jelas memiliki waktu yang cukup. Berbeda dengan tenaga perusahaan yang meskipun mempunyai keahlian dalam Sistem Manajemen K3 namun karena desakan tugas-tugas yang lain di perusahaan, akibatnya tidak punya cukup waktu.

Sebenarnya perusahaan/organisasi dapat menerapkan Sistem Manajemen K3 tanpa menggunakan jasa konsultan, jika organisasi yang bersangkutan memiliki personel yang cukup mampu untuk mengorganisasikan dan mengarahkan orang. Selain itu organisasi tentunya sudah memahami dan berpengalaman dalam menerapkan standar Sistem Manajemen K3 ini dan mempunyai waktu yang cukup.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan untuk menggunakan jasa konsultan:

  • Pastikan bahwa konsultan yang dipilih adalah konsultan yang betul-betul berkompeten di bidang standar Sistem manajemen K3, bukan konsultan dokumen manajemen K3 biasa yang lebih memusatkan dirinya pada pembuatan  dokumen saja.
  • Teliti mengenai reputasi dari konsultan tersebut. Apakah mereka selalu menepati janji yang mereka berikan, mampu bekerja sama, dan yang tidak kalah penting adalah motivasi tim perusahaan. Kita dapat meminta informasi secara identitas klien mereka.
  • Pastikan lebih dulu siapa yang akan diterjunkan sebagai konsultan dalam proyek ini. Hal ini penting sekali karena merekalah yang akan berkunjung keperusahaan dan akan menentukan keberhasilan, jadi bukan nama besar dari perusahaan konsultan tersebut. Mintalah waktu untuk bertemu dengan calon konsultan yang mereka ajukan dan perusahaan boleh bebas menilainya. Pertimbangan apakah tim perusahaan mau menerima dan dapat bekerjasama dengannya.
  • Teliti apakah konsultan tersebut telah berpengalaman membantu perusahaan sejenisnya sampai mendapat sertifikat. Meskipun hal ini bukan menjadi patokan mutlak akan tetapi pengalaman menangani usaha sejenis akan lebih baik dan mempermudah konsultan dalam memahami proses organisasi perusahaan tersebut.
  • Pastikan waktu dari konsultan terkait dengan kesibukannya menagani klien yang lain. Biasanya konsultan tidak akan berkunjung setiap hari melainkan 3-4 hari selama sebulan. Makan pastikan jumlah hari berkunjung konsultan tersebut sebelum memulai kontrak kerja sama.

Langkah 3. Membentuk Kelompok Kerja Penerapan.

Jika perusahaan akan membentuk kelompok kerja sebaiknya anggota kelompok kerja tersebut terdiri atas seorang wakil dari setiap unit kerja. Biasanya manajer unit kerja, hal ini penting karena merekalah yang tentunya paling bertanggung jawab terhadap unit kerja yang bersangkutan.

Peran anggota kelompok

Dalam proses penerapan ini maka perenan anggota kelompok kerja adalah:

  • Menjadi agen perubahan sekaligus fasilisator dalam unit kerjanya. Merekalah yang pertama-tama menerapkan Sistem Manajemen K3 ini di unit-unit kerjanya termasuk merobah cara dan kebiasaan lama yang tidak menunjang penerapan sistem ini. Selain itu mereka juga akan melatih dan menjelaskan tentang standar ini termasuk mnafaat dan konsekuensinya.
  • Menjaga konsistensi dari penerapan Sistem Manajemen K3, baik melalui tinjauan sehari-hari maupun berkala.
  • Menjadi penghubung antara manajemen dan unti kerjanya.

Tanggung jawab dan tugas anggota kelompok kerja

Tanggung jawab dan tugas-tugas  yang harus dilakukan oleh anggota kelompok kerja adalah :

  • Mengikuti pelatihan lengkap dengan standar Sistem Manajemen K3.
  • Melatih staf dalam unit kerjanya sesuai kebutuhan.
  • Melakukan latihan terhadap sistem yang berlangsung dibandingkan dengan sistem standar Sistem Manajemen K3.
  • Melakukan tinjauan terhadap sistem yang berlangsung dibandingkan dengan sistem standar Sistem Manajemen K3.
  • Membuat bagan alir yang menjelaskan tentang keterlibatan unit kerjanya dengan elemen yang ada  dalama standar Sistem Manajemen K3.
  • Bertanggung jawab untuk mengembangkan system sesuai dengan elemen yang terkait dalam unit kerjanya. Sebagai contoh, anggota kelompok kerja wakil dari divisi suber daya manusia bertanggung jawab untuk pelatihan dan seterusnya.
  • Melakukan apa yang telah ditulis dalam dokumen baik diunit kerjanya sendiri maupun perusahaan.
  • Ikut serta sebagai anggota tim audit internal.
  • Bertanggung jawab untuk mempromosikan standar Sistem Manajemen K3 secara menerus baik di unit kerjanya sendiri maupun di unit kerja lain secara konsisten serta bersama-sama memelihara penerapan sistemnya.

Kualifikasi anggota kelompok kerja

Dalam menunjukan anggota kelompok kerja sebenarnya tidak ada ketentuan kualifikasi yang baku. Namun demikian untuk memudahkan dalam pemilihan anggota kelompok kerja, manajemen mempertimbangkan personel yang :

  • Memiliki taraf kecerdasan yang cukup sehingga mampu berfikir secara konseptual dan berimajinasi.
  • Rajin dan bekerja keras.
  • Senang belajar termaksud suka membaca buku-buku tentang standar Sistem Manajemen K3.
  • Mampu membuat bagan alir dan menulis.
  • Disiplin dan tepat waktu.
  • Berpengalaman kerja cukup didalam unit kerjanya sehingga menguasai dari segi operasional.
  • Mampu berkomunikasi dengan efektif dalam presentasi  dan pelatihan.
  • Mempunyai waktu cukup dalam membantu melaksakan proyek penerapan standar Sistem Manajemen K3 di luar tugas-tugas utamanya.

Jumlah anggota kelompok kerja

Mengenai jumlah anggota kelompok kerja dapat bervariasi tergantung dari besar kecilnya lingkup penerapan – biasanya  jumlah penerapan anggota kelompok kerja sekitar delapan orang. Yang pasti jumlah anggota kelompok kerja ini harus dapat mencakup semua elemen sebagaimana disyaratkan dalam Sistem Manajemen K3. Pada dasarnya setiap anggota kelompok kerja dapat merangkap dalam working group, dan  working group itu sendiri dapat saja hanya sendiri dari satu atau dua orang. Kelompok kerja akan diketuai dan dikoordinir oleh seorang ketua kelompok kerja, biasanya dirangkap oleh manajemen representatif yang ditunjuk oleh manajemen puncak.

Disamping itu untuk mengawal dan mengarahkan kelompok kerja maka sebaiknya dibentuk panitia pengarah (Steering Committee), yang biasanya terdari dari para anggota manajemen, adapun tugas panitia ini adalah memberikan arahan, menetapkan kebijakan, sasaran dan lain-lain yang menyangkut kepentingan organisasi secara keseluruhan. Dalam proses penerapan ini maka kelompok kerja penerapan akan bertanggung jawab dan melaporkan Panitia Pengarah.

Kelompok kerja penunjang

Jika diperlukan, perusahaan yang berskala besar ada yang membentuk kelompok kerja penunjang dengan tugas membantu kelancaran kerja kelompok kerja penerapan, khususnya untuk pekerjaan yang bersifat teknis administrative. Misalnya mengumpulkan catatan-catatan K3 dan fungsi administrative yang lain seperti pengetikan, penggandaan dan lain-lain.

Langkah 4. Menetapkan Sumber Daya Yang Diperlukan

Sumber daya disini mencakup orang/personel, perlengkapan, waktu dan dana. Orang yang dimaksud adalah beberapa orang yang diangkat secara resmi diluar tugas-tugas pokoknya dan terlibat penuh dalam proses penerapan. Perlengkapan adalah perlunya mempersiapkan kemungkinan ruangan tambahan untuk menyimpan dokumen atau komputer tambahan untuk mengolah dan menyimpan data. Tidak kalah pentingnya adalah waktu. Waktu yang diperlukan tidaklah sedikit terutama bagi orang yang terlibat dalam penerapan, mulai mengikuti rapat, pelatihan, mempelajari bahan-bahan pustaka, menulis dokumen mutu sampai menghadapi kegiatan audit assessment. Penerapan Sistem Manajemen K3 bukan sekedar kegiatan yang dapat berlangsung dalam satu atau dua bulan saja. Untuk itu selama kurang lebih satu tahun perusahaan harus siap menghadapi gangguan arus kas karena waktu yang seharusnya dikonsentrasikan untuk memproduksikan atau beroperasi banyak terserap ke proses penerapan ini. Keadaan seperti ini sebetulnya dapat dihindari dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik. Sementara dana yang di perlukan adalah dengan membayar konsultan (bila menggunakan konsultan), lembaga sertifikasi, dan biaya untuk pelatihan karyawan diluar perusahaan.

Disamping itu juga perlu dilihat apakah dalam penerapan Sistem Manajemen K3 ini perusahaan harus menyediakan peralatan khusus yang selama ini belum dimiliki. Sebagai contoh adalah: apabila perusahaan memiliki kompresor dengan kebisingan diatas rata-rata, karena sesuai dengan persyaratan Sistem Manajemen K3 yang mengharuskan adanya pengendalian resiko dan bahaya yang ditimbulkan, perusahaan tentu harus menyediakan peralatan yang dapat menghilangkan/mengurangi tingkat kebisingan tersebut. Alat pengukur tingkat kebisingan juga harus disediakan, dan alat ini harus dikalibrasi. Oleh karena itu besarnya dana yang dikeluarkan untuk peralatan ini tergantung pada masing-masing perusahaan.

Langkah 5. Kegiatan penyuluhan

Penerapan Sistem Manajemen K3 adalah kegiatan dari dan untuk kebutuhan personel perusahaan. Oleh karena itu harus dibangun rasa adanya keikutsertaan dari seluruh karyawan dalam perusahan memlalui program penyuluhan.

Kegiatan ini harus diarahkan untuk mencapai tujuan, antara lain :

  • Menyamakan persepsi dan motivasi terhadap pentingnya penerapan Sistem Manajemen K3 bagi kinerja perusahaan.
  • Membangun komitmen menyeluruh mulai dari direksi, manajer, staf dan seluruh jajaran dalam perusahaan untuk bekerja sama dalam menerapkan standar system ini.

Kegiatan penyuluhan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan pernyataan komitmen manajemen, melalui ceramah, surat edaran atau pembagian buku-buku yang terkait dengan Sistem Manajemen K3.

Pernyataan komitmen manajemen

Dalam kegiatan ini, manajemen mengumpulkan seluruh karyawan dalam acara khusus. Kemudian manajemen menyampaikan sambutan yang isinya, antara lain :

  • Pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja bagi kelangsungan dan kemajuan perusahaan.
  • Bahwa Sistem Manajemen K3 sudah banyak diterapkan di berbagai Negara dan sudah menjadi kewajiban perusahaan-perusahaan di Indonesia.
  • Bahwa manajemen telah memutuskan serta mengharapkan keikutsertaan dan komitmen setiap orang dalam perusahaan sesuai tugas dan jabatan masing-masing.
  • Bahwa manajemen akan segera membentuk tim kerja yang dipilih dari setiap bidang didalam perusahaan.

Perlu juga dijelaskan oleh manajemen puncak tentang batas waktu kapan sertifikasi system manajemen k3 harus diraih, misalnya pada waktu ulang tahun perusahaan yang akan datang. Tentu saja pernyataan seperti ini harus memperhitungkan kensekuensi bahwa sertifikasi diharapkan dapat diperoleh dalam batas waktu tersebut. Hal ini penting karena menyangkut kredibilitas manajemen dan waktu kelompok kerja.

Pelatihan awareness system manajemen K3

Pelatihan singkat mengenai apa itu Sitem Manajemen K3 perlu dilakukan guna memberikan dan menyamakan persepsi dan menghindarkan kesimpang siuran informasi yang dapat memberikan kesan keliru dan menyesatkan. Peserta pelatihan adalah seluruh karyawan yang dikumpulkan di suatu tempat dan kemudian pembicara diundang untuk menjelaskan Sistem Manajemen K3 secara ringkas dan dalam bahasa yang sederhana, sehingga mampu mengunggah semangat karyawan untuk menerapkan standar Sistem Manajemen K3. Kegiatan awareness ini bila mungkin dapat dilakukan secara bersamaan untuk seluruh karyawan dan disampaikan secara singkat dan tidak terlalu lama.

Dalam awareness ini dapat disampaikan materi tentang :

  • Latar belakang dan jenis Sistem Manajemen K3 yang sesuai dengan organisasi.
  • Alasan mengapa standar Sistem Manajemen K3 ini penting bagi perusahaan dan manfaatnya.
  • Perihal elemen, dokumentasi dan sertifikasi secara singkat.
  • Bagaimana penerapannya dan peran setiap orang dalam penerapan tersebut.
  • Diadakan tanya jawab.

Membagikan bahan bacaan

Jika pelatihan awareness hanya dilakukan sekali saja, namun bahan bacaan berupa buku atau selebaran dapat dibaca karyawan secara berulang-ulang. Untuk itu perlu dicari buku-buku yang baik dalam arti ringkas sebagai tambahan dan bersifat memberikan pemahaman yang terarah, sehingga setiap karyawan senang untuk membacanya. Apabila memungkinkan buatlah selebaran atau bulletin yang bisa diedarkan berkala selama masa penerapan berlangsung. Lebih baik lagi jika selebaran tersebut ditujukan kepada perorangan dengan menulis nama mereka satu persatu, agar setiap orang merasa dirinya dianggap berperan dalam kegiatan ini. Dengan semakin banyak informasi yang diberikan kepada karyawan tentunya itu lebih baik – biasanya masalah akan muncul karena kurangnya informasi. Informasi ini penting sekali karena pada saat melakukan assessment, auditor tidak hanya bertanya pada manajemen saja, tetapi juga kepada semua orang. Untuk sebaiknya setiap orang benar-benar paham dan tahu hubungan standar Sistem Manajemen K3 ini dengan pekerjaan sehari-hari.

Langkah 6. Peninjauan sistem

Kelompok kerja penerapan yang telah dibentuk kemudian mulai bekerja untuk meninjau system yang sedang berlangsung dan kemudian dibandingkan dengan persyaratan yang ada dalam Sistem Manajemen K3. Peninjauan ini dapat dilakukan melalui dua cara yaitu dengan meninjau dokumen prosedur dan meninjau pelaksanaan .

  • Apakah perusahaan sudah mengikuti dan melaksanakan secara konsisten prosedur atau instruksi kerja dari OHAS 18001 atau Permenaker 05/men/1996.
  • Perusahaan belum memiliki dokumen, tetapi sudah menerapkan sebagian atau seluruh persyaratan dalam standar Sistem Manajemen K3.
  • Perusahaan belum memiliki dokumen dan belum menerapkan persyaratan standar Sistem Manajemen K3 yang dipilih.

Langkah 7. Penyusunan jadwal kegiatan

Setelah melakukan peninjauan system maka kelompok kerja dapat menyusun suatu jadwal kegiatan. Jadwal kegiatan dapat disusun dengan mempertimbangkan hal-hal berikut :

Ruang lingkup pekerjaan

Dari hasil tinjauan sistem akan menunjukan beberapa banyak yang harus disiapkan dan berapa lama setiap prosedur itu akan diperiksa, disempurnakan, disetujui dan diaudit. Semakin panjang daftar prosedur yang harus disiapkan, semakin lama waktu penerapan yang diperlukan.

Kemampuan wakil manajemen dan kelompok kerja penerapan

Kemampuan disini dalam hal membagi dan menyediakan waktu. Seperti diketahui bahwa tugas penerapan bukanlah satu-satunya pekerjaan para anggota kelompok kerja dan manajemen representative. Mereka masih mempunyai tugas dan tanggung jawab lain diluar penerapan standar Sistem Manajemen K3 yang kadang-kadang juga sama pentingya dengan penerapan standar ini. Hal ini menyangkut kelangsungan usaha perusahaan seperti pencapaian sasaran penjualan, memenuhi jadwal dan taget produksi.

Keberadaan proyek

Khusus bagi perusahaan yang kegiatanya berdasarkan proyek (misalnya kontraktor dan pengembangan), maka ketika menyusun jadwal kedatangan asesor badan sertifikasi, pastikan bahwa pada saat asesor datang proyek yang sedang dikerjakan.

Langkah 8. Pengembangan Sistem Manajemen K3

Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam tahap pengembangan Sistem Manajemen K3 antara lain mencakup dokumentasi, pembagian kelompok, penyusunan bagan air, penulisan manual Sistem Manajemen K3, Prosedur, dan instruksi kerja.

Langkah 9. Penerapan Sistem

Setelah semua dokumen selesai dibuat, maka setiap anggota kelompok kerja kembali ke masing-masing  bagian untuk menerapkan system yang ditulis. Adapun cara penerapannya adalah:

  • Anggota kelompok kerja mengumpulkan seluruh stafnya dan menjelaskan mengenai isi dokumen tersebut. Kesempatan ini dapat juga digunakan untuk mendapatkan masukan-masukan dari lapangan yang bersifat teknis operasional.
  • Anggota kelompok kerja bersama-sama staf unit kerjanya mulai mencoba menerapkan hal-hal yang telah ditulis. Setiap kekurangan atau hambatan yang dijumpai harus dicatat sebagai masukan untuk menyempurnakan system.
  • Mengumpulkan semua catatan K3 dan rekaman tercatat yang merupakan bukti pelaksanaan hal-hal yang telah ditulis. Rentang waktu untuk menerapkan system ini sebaiknya tidak kurang dari tiga bulan sehingga cukup memadai untuk menilai efektif tidaknya system yang telah dikembangkan tadi. Tiga bulan ini sudah termasuk waktu yang digunakan untuk menyempurnakan system dan memodifikasi dokumen.

Dalam praktek pelaksanaannya, maka kelompok kerja tidak harus menunggu seluruh dokumen selesai. Begitu satu dokumen selesai sudah mencakup salah satu elemen standar maka penerapan sudah dapat dimulai dikerjakan. Sementara proses penerapan system berlangsung, kelompok kerja dapat tetap melakukan pertemuan berkala untuk memantau kelancaran proses penerapan system ini. Apabila langkah-langkah yang terdahulu telah dapat dijalankan dengan baik maka proses system ini relative lebih mudah dilaksanakan. Penerapan system ini harus dilaksanakan sedikitnya tiga bulan sebelum pelaksanaan audit internal. Waktu tiga bulan ini diperlukan untuk mengumpulkan bukti-bukti ( dalam bentuk rekaman tercatat) secara memadai dan untuk melaksanakan penyempurnaan system serta modifikasi dokumen.

Langkah 10. Proses sertifikasi

Ada sejumlah lembaga sertifikasi Sistem Manajemen K3. Misalnya Sucofindo melakukan sertifikasi terhadap Permenaker 05 /Men/1996. Namun Untuk OHSAS 18001:1999 organisasi bebas menentukan lembaga sertifikasi manapun yang diinginkan. Untuk itu organisasis disarankan untuk memilih lembaga sertifikasi OHSAS 108001 yang paling tepat.

Safety Slogan

Safety Slogan

By HSP,

Berikut adalah beberapa safety slogan yang banyak digunakan diberbagai perusahaan di dunia. Anda bisa mengambil salah satunya atau mengkombinasikan beberapa safety slogan tersebut. Namun yang harus diperhatikan dalam membuat safety slogan adalah :

  1. Slogan harus mudah dipahami.
  2. Slogan harus sejalan dengan program yang sedang diprioritaskan.
  3. Sesuaikan slogan dengan budaya perusahaan anda.
  4. Slogan harus mencerminkan komitmen manajemen terhadap K3.
  5. Slogan harus mudah diingat oleh semua pekerja.
  6. Slogan jangan terlalu panjang sehingga sukar untuk diingat.
  7. Sebaiknya slogan dalam bahasa Indonesia
  8. Slogan jangan terlalu sering diganti (minimal 6 bulan).

Slogan Safety:

  • Safety is no accident.
  • Think before you act.
  • Safety is forever.
  • Never forget about safety.
  • Safety means zero accident.
  • Keep no accident record.
  • Remember safety! You family is waiting for you at home.
  • Safety is our first priority.
  • No safety, no business.
  • Stop accidents before they stop you.
  • Come safely, work safely and arrive home safely.
  • Work safely means success.
  • Keep safety at the first step.
  • Make your workplace safe and comport.
  • Safety is our concern.
  • With safety, we win.
  • The safe way is the only way.
  • Get smart! Use safety from the start.
  • Be safety minded.
  • Your work and safety can not be separated.
  • Safety is the biggest investment.
  • Learn from others mistakes; don’t have others learn from you.
  • Safety is a must.
  • Work safely today and everyday.
  • Always talks about safety before you start working.
  • Do it safely.
  • Think safety before you work.
  • You can’t get home unless you’re safe.
  • Ignoring a warning can cause much mourning.
  • Remember unprepared means unsafe.
  • Safety is the first gate to success.
  • Safe workers are smooth workers.
  • Safety is our main concern.
  • Always think safety before you work.
  • Working without safety means failure.
  • Follow the procedures, keep safety in mind.
  • Save tomorrow. Act safely today.
  • Safety is a journey.
  • Yes! Safety is our business.
  • Safety is the best way to work.
  • Safety is our value

Scroll Down……

    • • A fire today – no job tomorrow
    • • Fire catches, so don’t play with matches.
    • • Fires that are small, soon will be tall!
    • • Cooking food’s hot, so don’t touch the pot!
    • • Crawl down low, when it’s time to go!
    • • Get out quick, before the smoke gets thick!
    • • When in doubt, there’s two ways out!
    • • Gather your clan, make a fire plan.
    • • Hey just in case, have a meeting place.
    • • Never hide, stay outside!
    • • Stop, drop, and roll.
    • • Learn not to burn.
    • • Fire is a good servant but a bad master.
    • • Whatever bums never returns.
    • • Think of fire before it starts.
    • • Never trust fire.
    • • Uncontrolled fire knows no frontiers.
    • • Fire defence is a self defence.
    • • Fire the Friend, Fire the Foe.
    • • Kill Fire before it kills you.
    • • Be alert avert fire.
    • • Carelessness is the biggest cause of fire.
    • • Fire loss is a national loss.
    • • Old fire-fighters never die, they just stop arson around!”
    • • Match have heads, but without brain, when use their heads use your brain.
    • • No safety knows fire, know safety no fire.
    • • Less fire safety, more risk More fire safety, no risk.
    • • Fire safety on, accidents gone.
    • • Fire safety goes Danger grows.
    • • Know fire safety, no pain, no fire safety, know pain.
    • • Duty without fire safety . . . . brings fatality.
    • • Know the roots of fire safety- enjoy the fruits of duty.
    • • Fire fighting is one of the most essential services of an organized society.
    • • A little fire is quickly trodden out, which being suffered, rivers cannot quench.
    • • Wherever there is fire safety, pins are hefty.
    • • Accident brings tears, fire safety brings cheers.
    • • Fire destruction is one man’s job, fire prevention is every body’s job.
    • • Electrical safety leads to fire safety.
    • • Ensure fire safety, save life save property.
    • • We serve to save.
    • • DO NO EVIL – SEE NO EVIL- HEAR NO EVIL – WEAR ALL YOUR P.P.E (Thanks to Trevor P.)
    • • Safety saves, Accidents cost you.
    • • Safety First, Avoid the Worst.
    • • INCIDENTS ARE A FREE LESSON – REPORT IT!
    • • Hug your kids at home, but belt them in the car!
    • • Safety is a frame of mind – So concentrate on it — all the time
    • • Safety is like a lock – But you are the key
    • • Before you do it, take time to think through it.
    • • Accidents hurt —- Safety doesn’t.
    • • Tomorrow – Your reward for working safely today.
    • • Falling objects can be brutal if you don’t protect your noodle
    • • Safety first, to last.
    • • Safety first makes us last.
    • • Safety rules are your best tools
    • • The safe way is the only way
    • • You can’t get home, unless you’re safe.
    • • Ignoring a warning can cause much mourning.
    • • The adage “look before you leap” is a lifesaver.
    • • Safety fits like a glove; Try one on
    • • Safety…Do it. Do it right. Do it right now.
    • • Some have eyes and cannot see
    • Some have ears and cannot hear
    • So lets be wise
    • And wear our safety gear.
    • • A CASUAL attitude toward safe TY = CASUALTY
    • • Don’t learn safety by accident
    • • Working safely may get old, but so do those who practice it
    • • Safety is as simple as ABC…Always Be Careful
    • • Think Safety, Because I Love You Man
    • • Courtesy and common sense promote safety.
    • • Don’t be safety blinded, be safety minded.
    • • Don’t put your life on the line in 2009 – Think safety
    • • Work together…work safely
    • • Take time out for safety
    • • Safety pays
    • • Safety starts with me
    • • Safe and healthy!
    • • Make safety a part of your work
    • • Keep safety in mind. It will save your behind.
    • • Don’t be a fool, cause safety is cool, so make that your rule.
    • • Safety will set you free.
    • • One safe act can lead to another.
    • • Keep your eyes on safety.
    • • Dare to be aware.
    • • Hard hats, they’re not just for decoration.
    • • Have another day – by being safe today!
    • • Have your chimney inspected by a professional before each heating season.
    • • Have your furnace checked every year by a professional.
    • • Health and safety, words to live by.
    • • Hearing protection is a sound investment.
    • • “Hey, wanna see something cool?” (Last words uttered before a mishap)
    • • Home safe–not just for baseball.
    • • Ice skating on thin ice can be deadly, skate in supervised areas.
    • • If caught in a riptide: go with the flow.
    • • If the cord has a fray, throw it away.
    • • If the little voice says, “I wonder if this is safe to do?”, it probably isn’t.
    • • If you can’t find the time to do it right, when will you find the time to do it over?
    • If you don’t have time to do it safe, do you have time to do it with a man down?
    • • If you don’t know what is going to happen, there is no way to stop it. Plan ahead
    • for safety.
    • • If you don’t think it will happen to you, find the person who had it happen to them.
    • • If you don’t think it’s safe, it probably isn’t. Stop the job and contact your
    • supervisor.
    • • If you drink and drive, you might as well smoke.
    • • If you mess up, ‘fess up.
    • • If you think safety is expensive, try ignorance.
    • • If you think your safety specialist is a pain, try a leg fracture.
    • • If you’re going to be stupid, you have to be tough!
    • • Ignoring a warning can cause much mourning.
    • • In case of injury remember “rice”- rest, ice, compress and elevate.
    • • Informed is better than deformed.
    • • Is better to crash into a nap… than to nap into a crash.
    • • Is better to lose one minute in life… than to lose life in a minute.
    • • It hurts to be unsafe.
    • • It’s easier to ask a dumb question than it is to fix a dumb mistake..
    • • Just because you always did it that way, doesn’t make it right.
    • • Learn from others mistakes, don’t have others learn from you.
    • • Leave firework displays to professionals.
    • • Leave horse play to horses.
    • • Lift with your legs, not your back.
    • • Lifting’s a breeze when you bend at the knees.
    • • Light up your Christmas tree, not your home; use approved decorations and
    • lights.
    • • Living with your mistakes is harder than you think…. wear your safety gear.
    • • Make safety first, and make it last.
    • • Mixing bleach and ammonia can be deadly.
    • • Momma didn’t raise no fool… I use PPE to stay cool!
    • • Move your ladder to avoid reaching.
    • • Mow across the slope when using a hand mower. Drive up and down the slope
    • for stability when using a riding mower.
    • • Mowing and drinking doesn’t cut it.
    • • My job provides my paycheck, but safety takes me home.
    • • No safety know pain, know safety no pain.
    • • Operating a boat while intoxicated is illegal.
    • • Organ donor — A person who doesn’t wear his or her helmet.
    • • Pencils have erasers–mishaps don’t!
    • • People helping people–lending hands for our safety.
    • • Use your eyes, don’t lose them
    • • The best car safety device is a rear-view mirror with a cop in it.
    • • Remember – Safety is not a job; it is a way of life.
    • • Safety is a cheap and effective insurance policy
    • • While on a ladder, never step back to admire your work
    • • Safety doesn’t slow the job down but mishaps do.
    • • A spill, a slip, a hospital trip.
    • • When it’s hot, drink plenty of fluids.
    • • When jogging, run against the traffic flow.
    • • When safety is first, you last.
    • • When you’re out on the water, don’t forget the basics of safe boating.
    • • While on a ladder, never step back to admire your work.
    • • Work safe today–heaven can wait.
    • • You can’t cure stupidity.
    • • You can’t get “home” unless you’re “safe.”
    • • You get the level of safety that you are prepared to walk past.
    • • Your accidents affect others too.
    • • Your safety is everyone’s responsibility, especially yours.
    • • Your safety is everyone’s responsibility, especially yours.
    • • Safety… You will regret if you forget.
    • • Those precious fingers don’t ignore. . . Or they could end up on the floor.
    • • Protect your back – Use a jack.
    • • Success is no accident
    • • Never forget about safety
    • • Shortcuts cut life short
    • • No Safety – Know Pain, Know Safety – No Pain
    • • It’s better to correct an unsafe friend than to bury one
    • • You can eat with false teeth, you can’t see with a glass eye
    • • Be a safety hero – score an accident zero
    • • Safety – it’s the tool for LIFE
    • • Safety comes in a can, I can, You can, We can be safe
    • • When you gamble with safety you bet your life
    • • Safety has no time out
    • • New Year Resolution – if its unsafe I will find a solution
    • • Safety – Live with it
    • • Safety – everyone’s full time job
    • • When in doubt get out
    • • Safety in – we win
    • • The chance taker is the accident maker
    • • Lifting’s a breeze when you bend at the knees
    • • Safety Glasses – All in favour say EYE
    • • Zero tolerance on safety
    • • Safety awareness saves lives
    • • Safety – a good friend to take home
    • • Better to lock out than luck out
    • • Make safety a reality and don’t be a fatality
    • • Safety rules are your best tools.
    • • Safety first makes us last. S
    • • Safety is like a lock – But you are the key.
    • • Prepare & prevent instead of repair & repent.
    • • Don’t be safety blinded, be safety minded.
    • • Never think working safe is in vain when it could save a life time of pain.
    • • Courtesy and common sense promote safety
    • • Safety is as simple as ABC…Always Be Careful.
    • • Safety isn’t expensive its priceless.
    • • Working safely each day will keep the doctor away.
    • • Safe actions bring lasting satisfaction.
    • • The door to Safety swings on the hinges of common sense.
    • • Open the Door to Safety: Awareness is the Key!
    • • Safety is a full time job, don’t make it a part time practice.
    • • Safety… You will regret if you forget
    • • Safe Operators are Smooth Operators
    • • Personal Protective Equipment is Self Defence
    • • Time runs out on luck. Do the job the safe way
    • • We need you! Work safely
    • • What you don’t know about Safety could Hurt you
    • • Why learn the hard way? Obey safety rules.
    • • Wishing won’t keep you safe; Safety Will
    • • Working together gets the job done safely.
    • • Working without Safety is a Dead-End Job
    • • You can never over do Safety
    • • Don’t work alone Watch for others
    • • Flesh and Bone are no match for a grinding Stone
    • • One bad day at the grinder could ruin your whole life.
    • • Don’t get caught with your guard off….it could be dis-arming
    • • Guard against man eating machines
    • • Machine guards keep you on your side.
    • • Trying to make up time could cost you your life.
    • • Protect your hands…..Use your head.
    • • Be hand-in-glove with safety.
    • • Use your wits…..use padded mitts.
    • • Replacing a saw guard is easier than replacing a finger
    • • Think sharp….never handle broken glass with bare hands.
    • • Using Safety gloves is all in your hands.
    • • Safety is our goal…Whats yours
    • • Protect your hands, you need them to pick up your pay check.
    • • Quench the thirst–Safety First
    • • Do the do’s not the don’ts
    • • THERE HE LIES SOME 6 FEET UNDER DIDN’T HEED THE ROARING
    • THUNDER!!
    • • BE SAFE AT WORK OR YOU MIGHT MISS WELCOME HOME, A HUG, A KISS
    • • Business stalls if you slip and fall
    • • Lead the way, safety today
    • • Save tomorrow. think safety today
    • • Those who work the safest way, live to work another day!
    • • Wear safety shoes and keep a good footing on life.
    • • To avoid a scene keep your work place clean.
    • • Stop ! Think ! Then Act !
    • • Protect your thoughts and wear a hard hat.
    • • Keep a grip on life and protect your hands.
    • • Think safety and act Safely.
    • • A harness is better than a hearse.
    • • Be aware of slips and trips.
    • • SAFETY – The measure of success.
    • • If in doubt check it out – Safety First.
    • • Check your shoes and don’t let your day slip away.
    • • Yes safety is my business
    • • Safety rules are there to follow. So take care and we will see you tomorrow.
    • • ZERO IN ON SAFETY
    • • TEAM UP TO SAFETY
    • • Safety…Do It For Family
    • • Safety is a race we can all win
    • • Our Job is Anchored in Safety
    • • Safety is a Frame of Mind, Get the Picture
    • • Safety starts with “S” but begins with “YOU”
    • • Use safety as a vital tool, at work it’s the “Golden Rule”
    • • Forgot your hearing protection? Forget about hearing!
    • • Volunteers do it for free!
    • • Search & Rescue Officers do it any time, any place, under any conditions and
    • they do it for free.
    • • Support your local Search and Rescue Squad – Get Lost
    • • For a good time, Dial 911- operators are standing by!
    • • Our paramedics give you a charge!
    • • Hug your kids at home, but belt them in the car!
    • • If you drink, don’t drive. Don’t even putt.
    • • Keep your kids safe. They’ll choose your nursing home
    • • If everything comes your way, you are in the wrong lane.
    • • Have another day
    • • You light ‘em, we fight ‘em; you crash, we dash.
    • • Anger is one letter away from Danger. Drive gently
    • • If you can’t be good, be careful. If you can’t be careful, we’ll get a call.
    • • Smoke detectors make good stocking stuffers.
    • • Be the kind of person your dog thinks you are
    • • Triumph is just an “umph” ahead of try.
    • • Santa likes a clean chimney, so do we.
    • • The earth spins at 1,000 mph. Wear your seat belts.
    • • Don’t lose your head to gain a minute, You’ll need your head, Your brains are in
    • it!
    • • Life did not begin by accident. Don’t end it as one.
    • • Unsafe acts will keep you in stitches.
    • • The door to safety swings on the hinges of common sense.
    • • Forget the hearse with safety first.
    • • It’s not the bullet that kills you, it’s the hole. Call 911.
    • • Macho does not prove mucho. Do it safely.
    • • You fall, you call, we haul, that’s all.
    • • Call 1st, call fast, gotta make that v-fib last, till we shock ‘um, make ‘um jump, get
    • a rhythm, and a pump.
    • • Old fire-fighters never die, they just stop arson around!”
    • • If you drink and drive, you might as well smoke
    • • Put Safety into action — stay out of Traction!
    • • Safety never takes a holiday
    • • Working safely is like breathing; If you don’t, you die!
    • • ’97 – Too soon to see Heaven – Safety First
    • • SAFETY IS A STATE OFMIND— ACCIDENTS ARE AN ABSENCE OF MIND
    • • Luck runs out but safety is good for life.
    • • Better dead sure than sure dead.
    • • The chance taker is the accident maker.
    • • A wound neglected may be a wound infected.
    • • At work at play, let safety lead the way.
    • • Practice safety in all you do — everyone depends on you!
    • • You bet your life when you take a chance.
    • • Only fools break safety rules.
    • • SAFETY: To be or not to be — there’s no question about it!
    • • You can eat with false teeth, you can walk with a wooden leg, you can even hear
    • with a hearing aid, but you can’t see with a glass eye.
    • • BEST BE Safe Today
    • • Stand up for safety
    • • Work safely to-day and every day
    • • Speak up for safety
    • • Be aware Take care
    • • Zero compromise towards safety
    • • Safety is no accident
    • • Always think safety no matter what the task
    • • Always look after No.1 and if you need help just ask
    • • Think safety avoid unsafe acts
    • • Play it safe
    • • Know safety No Accidents
    • • The first 3 letters in workplace safety YOU
    • • More waste prevention + more recycling =Less waste = Less landfill
    • • Even in a hi-tech world you eyes are still your greatest asset
    • • Check for safety then recheck
    • • Put your brakes on speed
    • • Think safety – it couldn’t hurt
    • • If you can’t be good, be careful. If you can’t be careful, we’ll get a call.
    • • Smoke detectors make good stocking stuffers.
    • • Be the kind of person your dog thinks you are
    • • Triumph is just an “umph” ahead of try.
    • • Santa likes a clean chimney, so do we.
    • • The earth spins at 1,000 mph. Wear your seat belts.
    • • Don’t lose your head to gain a minute, You’ll need your head, Your brains are in
    • it!
    • • Life did not begin by accident. Don’t end it as one.
    • • Unsafe acts will keep you in stitches.
    • • The door to safety swings on the hinges of common sense.
    • • Forget the hearse with safety first.
    • • It’s not the bullet that kills you, it’s the hole. Call 911.
    • • Macho does not prove mucho. Do it safely.
    • • You fall, you call, we haul, that’s all.
    • • Call 1st, call fast, gotta make that v-fib last, till we shock ‘um, make ‘um jump, get
    • a rhythm, and a pump.
    • • Old fire-fighters never die, they just stop arson around!”
    • • If you drink and drive, you might as well smoke
    • • Put Safety into action — stay out of Traction!
    • • Safety never takes a holiday
    • • Every accident – every – time if it’s predictable it’s preventable
    • • Have you an eye for safety or are you blinded by bad habits
    • • Never give safety a day off
    • • Let safety be a sponge – soak it up
    • • Safety is a way of life
    • • Risk – is is worth it?
    • • Safety begins with No. 1
    • • Your good health is your greatest wealth
    • • Stop unsafe acts now
    • • Be sure be safe
    • • Safety first and last longer
    • • Safety – it’s in your hands
    • • Be aware – Take care
    • • Safety is free use it generously
    • • Safety is our business too
    • • Accident prevention – Your No. 1 intention
    • • Hear to-day gone tomorrow – use you hearing protection
    • • Think positive an accident is only an attitude away
    • • Safety is success by purpose – Not Accident
    • • Safety records don’t happen by accident
    • • Chance takers are accident makers
    • • Get smart! Use safety from the start.
    • • Think smart before you start.
    • • When you gamble with safety … You bet your life.
    • • Safety isn’t just a slogan, it’s a way of life.
    • • Better to be safe than to be sorry!
    • • Chance takers are accident makers.
    • • Be alert! Accidents hurt.
    • • A safer you is a safer me.
    • • Unprepared = Unsafe.
    • • The safe way is the right way
    • • When jogging, run against the traffic flow.
    • • Wear the right protective equipment for the job.
    • • Use the right tool for the job.
    • • Just because you always did it that way, doesn’t make it right.
    • • Safety is something you learn from the start – Being accident free is doing your
    • part.
    • • If you are aware of it take care of it
    • • Safety begins with teamwork
    • • Watch your step – it could be your last
    • • When walkways freeze – walk safely please
    • • Safety First, Last and Always
    • • The goal must be zero accidents
    • • You will achieve the level of safety excellence that you demonstrate you want
    • • Failing to prepare = Prepare to fail
    • • Safe to do? Ask
    • • Work smarter not harder
    • • Don’t get caught in the web of unsafe acts
    • • Wipe up and avoid a slip up
    • • We need you – work safely
    • • Working without safety is a dead end job
    • • Don’t get caught with your guard off – it could be disarming
    • • Guard against man eating machines
    • • Safety is our goal what’s yours?
    • • Do the do’s not the don’t s
    • • To avoid a scene keep your workplace clean
    • • Stop! Think! Then Act!
    • • A harness is better than a hearse
    • • Be aware of slips and trips
    • • One rung too high and you could die
    • • When you’re done messin’ up, sweep your darn resin up
    • • The hotter it gets on the outside, the more water you need inside
    • • Don’t get caught in the web of unsafe acts. (This is written in the background of a
    • spider web.)
    • • Don’t get spooked by safety. (This is placed next to a picture of a ghost)
    • • Wipe Up and avoid a Slip Up!
    • • Zero in on safety
    • • Team up to safety
    • • Safety starts with S but begins with you
    • • The door to safety swings on the hinges of common sense
    • • Safety is a state of mind – Accidents are an absence of mind
    • • A wound neglected is a wound infected
    • • Normal speed meets every need
    • • Stop accidents before they stop you
    • • Look sharp don’t get cut
    • • Before you start be safety smart
    • • Safety is a full time job – don’t make it a part time practice
    • • 10 fingers. 10 toes, If you are not safe Who knows?
    • • You get what you inspect, not what you expect
    • • Work safely or Hurt greatly
    • • Safety comes before schedule only in the dictionary
    • • The safety risk is the one you didn’t take
    • • KISS Keep it Safe and Sound
    • • A casual attitude towards safety = CASUALTY
    • • Safety is as simple as ABC – Always Be Careful
    • • You safety gears are between your ears
    • • Make your plant the best – safer than all the rest
    • • Know safety – No injury, No safety – Know injury
    • • Get the safety habit
    • • Don’t fix the blame, fix the problem
    • • Hearing protection is a sound investment
    • • One safe act can lead to another
    • • INCIDENTS ARE A FREE LESSON – REPORT IT!
    • • Hug your kids at home, but belt them in the car!
    • • Safety is a frame of mind – So concentrate on it — all the time
    • • Safety is like a lock – But you are the key
    • • Before you do it, take time to think through it.
    • • Accidents hurt —- Safety doesn’t.
    • • Tomorrow – Your reward for working safely today.
    • • Falling objects can be brutal if you don’t protect your noodle
    • • Safety first, to last.
    • • Safety first makes us last.
    • • Safety rules are your best tools
    • • The safe way is the only way
    • • You can’t get home, unless you’re safe.
    • • Ignoring a warning can cause much mourning.
    • • The adage “look before you leap” is a lifesaver.
    • • Safety fits like a glove; Try one on
    • • Use your eyes, don’t lose them
    • • The best car safety device is a rear-view mirror with a cop in it.
    • • Remember – Safety is not a job; it is a way of life.
    • • Safety is a cheap and effective insurance policy
    • • While on a ladder, never step back to admire your work
    • • Safety doesn’t slow the job down but mishaps do.
    • • A spill, a slip, a hospital trip.
    • • When it’s hot, drink plenty of fluids.
    • • When jogging, run against the traffic flow.
    • • When safety is first, you last.
    • • When you’re out on the water, don’t forget the basics of safe boating.
    • • While on a ladder, never step back to admire your work.
    • • Work safe today–heaven can wait.
    • • You can’t cure stupidity.
    • • You can’t get “home” unless you’re “safe.”
    • • You get the level of safety that you are prepared to walk past.
    • • Your accidents affect others too.
    • • Your safety is everyone’s responsibility, especially yours.
    • • Your safety is everyone’s responsibility, especially yours.
    • • Safety… You will regret if you forget.
    • • Those precious fingers don’t ignore. . . Or they could end up on the floor.
    • • Protect your back – Use a jack.
    • • Success is no accident
    • • Never forget about safety
    • • Shortcuts cut life short
    • • No Safety – Know Pain, Know Safety – No Pain
    • • It’s better to correct an unsafe friend than to bury one
    • • You can eat with false teeth, you can’t see with a glass eye
    • • Be a safety hero – score an accident zero
    • • Safety – it’s the tool for LIFE
    • • Safety comes in a can, I can, You can, We can be safe
    • • When you gamble with safety you bet your life
    • • Safety has no time out
    • • New Year Resolution – if its unsafe I will find a solution
    • • Safety – Live with it
    • • Safety – everyone’s full time job
    • • When in doubt get out
    • • Safety in – we win
    • • The chance taker is the accident maker
    • • Lifting’s a breeze when you bend at the knees
    • • Safety Glasses – All in favour say EYE
    • • Zero tolerance on safety
    • • Safety awareness saves lives
    • • Safety – a good friend to take home
    • • Better to lock out than luck out
    • • Make safety a reality and don’t be a fatality
    • • Safety rules are your best tools.
    • • Safety first makes us last. S
    • • Safety is like a lock – But you are the key.
    • • Prepare & prevent instead of repair & repent.
    • • Don’t be safety blinded, be safety minded.
    • • Never think working safe is in vain when it could save a life time of pain.
    • • Courtesy and common sense promote safety
    • • Safety is as simple as ABC…Always Be Careful.
    • • Safety isn’t expensive its priceless.
    • • Working safely each day will keep the doctor away.
    • • Safe actions bring lasting satisfaction.
    • • The door to Safety swings on the hinges of common sense.
    • • Open the Door to Safety: Awareness is the Key!
    • • Safety is a full time job, don’t make it a part time practice.
    • • Safety… You will regret if you forget
    • • Safe Operators are Smooth Operators
    • • Personal Protective Equipment is Self Defence
    • • Time runs out on luck. Do the job the safe way
    • • We need you! Work safely
    • • What you don’t know about Safety could Hurt you
    • • Why learn the hard way? Obey safety rules.
    • • Wishing won’t keep you safe; Safety Will
    • • Working together gets the job done safely.
    • • Working without Safety is a Dead-End Job
    • • You can never over do Safety
    • • Don’t work alone Watch for others
    • • Flesh and Bone are no match for a grinding Stone
    • • One bad day at the grinder could ruin your whole life.
    • • Don’t get caught with your guard off….it could be dis-arming
    • • Guard against man eating machines
    • • Machine guards keep you on your side.
    • • Trying to make up time could cost you your life.
    • • Protect your hands…..Use your head.
    • • Be hand-in-glove with safety.
    • • Use your wits…..use padded mitts.
    • • Replacing a saw guard is easier than replacing a finger
    • • Think sharp….never handle broken glass with bare hands.
    • • Using Safety gloves is all in your hands.
    • • Safety is our goal…Whats yours
    • • Protect your hands, you need them to pick up your pay check.
    • • Quench the thirst–Safety First
    • • Do the do’s not the don’ts
    • • THERE HE LIES SOME 6 FEET UNDER DIDN’T HEED THE ROARING
    • THUNDER!!
    • • BE SAFE AT WORK OR YOU MIGHT MISS WELCOME HOME, A HUG, A KISS
    • • Business stalls if you slip and fall
    • • Lead the way, safety today
    • • Save tomorrow. think safety today
    • • Those who work the safest way, live to work another day!
    • • Wear safety shoes and keep a good footing on life.
    • • To avoid a scene keep your work place clean.
    • • Stop ! Think ! Then Act !
    • • Protect your thoughts and wear a hard hat.
    • • Keep a grip on life and protect your hands.
    • • Think safety and act Safely.
    • • A harness is better than a hearse.
    • • Be aware of slips and trips.
    • • SAFETY – The measure of success.
    • • If in doubt check it out – Safety First.
    • • Check your shoes and don’t let your day slip away.
    • • Yes safety is my business
    • • Safety rules are there to follow. So take care and we will see you tomorrow.
    • • ZERO IN ON SAFETY
    • • TEAM UP TO SAFETY
    • • Safety…Do It For Family
    • • Safety is a race we can all win
    • • Our Job is Anchored in Safety
    • • Safety is a Frame of Mind, Get the Picture
    • • Safety starts with “S” but begins with “YOU”
    • • Use safety as a vital tool, at work it’s the “Golden Rule”
    • • Forgot your hearing protection? Forget about hearing!
    • • Volunteers do it for free!
    • • Search & Rescue Officers do it any time, any place, under any conditions and
    • they do it for free.
    • • Support your local Search and Rescue Squad – Get Lost
    • • For a good time, Dial 911- operators are standing by!
    • • Our paramedics give you a charge!
    • • Hug your kids at home, but belt them in the car!
    • • If you drink, don’t drive. Don’t even putt.
    • • Keep your kids safe. They’ll choose your nursing home
    • • If everything comes your way, you are in the wrong lane.
    • • Have another day
    • • You light ‘em, we fight ‘em; you crash, we dash.
    • • Anger is one letter away from Danger. Drive gently
    • • If you can’t be good, be careful. If you can’t be careful, we’ll get a call.
    • • Smoke detectors make good stocking stuffers.
    • • Be the kind of person your dog thinks you are
    • • Triumph is just an “umph” ahead of try.
    • • Santa likes a clean chimney, so do we.
    • • The earth spins at 1,000 mph. Wear your seat belts.
    • • Don’t lose your head to gain a minute, You’ll need your head, Your brains are in
    • it!
    • • Life did not begin by accident. Don’t end it as one.
    • • Unsafe acts will keep you in stitches.
    • • The door to safety swings on the hinges of common sense.
    • • Forget the hearse with safety first.
    • • It’s not the bullet that kills you, it’s the hole. Call 911.
    • • Macho does not prove mucho. Do it safely.
    • • You fall, you call, we haul, that’s all.
    • • Call 1st, call fast, gotta make that v-fib last, till we shock ‘um, make ‘um jump, get
    • a rhythm, and a pump.
    • • Old fire-fighters never die, they just stop arson around!”
    • • If you drink and drive, you might as well smoke
    • • Put Safety into action — stay out of Traction!
    • • Safety never takes a holiday
    • • Working safely is like breathing; If you don’t, you die!
    • • ’97 – Too soon to see Heaven – Safety First
    • • SAFETY IS A STATE OFMIND— ACCIDENTS ARE AN ABSENCE OF MIND
    • • Luck runs out but safety is good for life.
    • • Better dead sure than sure dead.
    • • The chance taker is the accident maker.
    • • A wound neglected may be a wound infected.
    • • At work at play, let safety lead the way.
    • • Practice safety in all you do — everyone depends on you!
    • • You bet your life when you take a chance.
    • • Only fools break safety rules.
    • • SAFETY: To be or not to be — there’s no question about it!
    • • You can eat with false teeth, you can walk with a wooden leg, you can even hear
    • with a hearing aid, but you can’t see with a glass eye.
    • • BEST BE Safe Today
    • • Stand up for safety
    • • Work safely to-day and every day
    • • Speak up for safety
    • • Be aware Take care
    • • Zero compromise towards safety
    • • Safety is no accident
    • • Always think safety no matter what the task
    • • Always look after No.1 and if you need help just ask
    • • Think safety avoid unsafe acts
    • • Play it safe
    • • Know safety No Accidents
    • • The first 3 letters in workplace safety YOU
    • • More waste prevention + more recycling =Less waste = Less landfill
    • • Even in a hi-tech world you eyes are still your greatest asset
    • • Check for safety then recheck
    • • Put your brakes on speed
    • • Think safety – it couldn’t hurt
    • • If you can’t be good, be careful. If you can’t be careful, we’ll get a call.
    • • Smoke detectors make good stocking stuffers.
    • • Be the kind of person your dog thinks you are
    • • Triumph is just an “umph” ahead of try.
    • • Santa likes a clean chimney, so do we.
    • • The earth spins at 1,000 mph. Wear your seat belts.
    • • Don’t lose your head to gain a minute, You’ll need your head, Your brains are in
    • it!
    • • Life did not begin by accident. Don’t end it as one.
    • • Unsafe acts will keep you in stitches.
    • • The door to safety swings on the hinges of common sense.
    • • Forget the hearse with safety first.
    • • It’s not the bullet that kills you, it’s the hole. Call 911.
    • • Macho does not prove mucho. Do it safely.
    • • You fall, you call, we haul, that’s all.
    • • Call 1st, call fast, gotta make that v-fib last, till we shock ‘um, make ‘um jump, get
    • a rhythm, and a pump.
    • • Old fire-fighters never die, they just stop arson around!”
    • • If you drink and drive, you might as well smoke
    • • Put Safety into action — stay out of Traction!
    • • Safety never takes a holiday
    • • Every accident – every – time if it’s predictable it’s preventable
    • • Have you an eye for safety or are you blinded by bad habits
    • • Never give safety a day off
    • • Let safety be a sponge – soak it up
    • • Safety is a way of life
    • • Risk – is is worth it?
    • • Safety begins with No. 1
    • • Your good health is your greatest wealth
    • • Stop unsafe acts now
    • • Be sure be safe
    • • Safety first and last longer
    • • Safety – it’s in your hands
    • • Be aware – Take care
    • • Safety is free use it generously
    • • Safety is our business too
    • • Accident prevention – Your No. 1 intention
    • • Hear to-day gone tomorrow – use you hearing protection
    • • Think positive an accident is only an attitude away
    • • Safety is success by purpose – Not Accident
    • • Safety records don’t happen by accident
    • • Chance takers are accident makers
    • • Get smart! Use safety from the start.
    • • Think smart before you start.
    • • When you gamble with safety … You bet your life.
    • • Safety isn’t just a slogan, it’s a way of life.
    • • Better to be safe than to be sorry!
    • • Chance takers are accident makers.
    • • Be alert! Accidents hurt.
    • • A safer you is a safer me.
    • • Unprepared = Unsafe.
    • • The safe way is the right way
    • • When jogging, run against the traffic flow.
    • • Wear the right protective equipment for the job.
    • • Use the right tool for the job.
    • • Just because you always did it that way, doesn’t make it right.
    • • Safety is something you learn from the start – Being accident free is doing your
    • part.
    • • If you are aware of it take care of it
    • • Safety begins with teamwork
    • • Watch your step – it could be your last
    • • When walkways freeze – walk safely please
    • • Safety First, Last and Always
    • • The goal must be zero accidents
    • • You will achieve the level of safety excellence that you demonstrate you want
    • • Failing to prepare = Prepare to fail
    • • Safe to do? Ask
    • • Work smarter not harder
    • • Don’t get caught in the web of unsafe acts
    • • Wipe up and avoid a slip up
    • • We need you – work safely
    • • Working without safety is a dead end job
    • • Don’t get caught with your guard off – it could be disarming
    • • Guard against man eating machines
    • • Safety is our goal what’s yours?
    • • Do the do’s not the don’t s
    • • To avoid a scene keep your workplace clean
    • • Stop! Think! Then Act!
    • • A harness is better than a hearse
    • • Be aware of slips and trips
    • • One rung too high and you could die
    • • When you’re done messin’ up, sweep your darn resin up
    • • The hotter it gets on the outside, the more water you need inside
    • • Don’t get caught in the web of unsafe acts. (This is written in the background of a
    • spider web.)
    • • Don’t get spooked by safety. (This is placed next to a picture of a ghost)
    • • Wipe Up and avoid a Slip Up!
    • • Zero in on safety
    • • Team up to safety
    • • Safety starts with S but begins with you
    • • The door to safety swings on the hinges of common sense
    • • Safety is a state of mind – Accidents are an absence of mind
    • • A wound neglected is a wound infected
    • • Normal speed meets every need
    • • Stop accidents before they stop you
    • • Look sharp don’t get cut
    • • Before you start be safety smart
    • • Safety is a full time job – don’t make it a part time practice
    • • 10 fingers. 10 toes, If you are not safe Who knows?
    • • You get what you inspect, not what you expect
    • • Work safely or Hurt greatly
    • • Safety comes before schedule only in the dictionary
    • • The safety risk is the one you didn’t take
    • • KISS Keep it Safe and Sound
    • • A casual attitude towards safety = CASUALTY
    • • Safety is as simple as ABC – Always Be Careful
    • • You safety gears are between your ears
    • • Make your plant the best – safer than all the rest
    • • Know safety – No injury, No safety – Know injury
    • • Get the safety habit
    • • Don’t fix the blame, fix the problem
    • • Hearing protection is a sound investment
    • • One safe act can lead to another
    • • One split second of carelessness could change your entire future.
    • • Never think working safe is in vain when it could save a life time of pain.
    • • Turn your attention to accident prevention.
    • • Your safety gears are between your ears.
    • • Make your plant the best, safer than all the rest
    • • Safety Conscious, Smart Obvious.
    • • When in doubt, safety wins out.
    • • Safety comes in cans. I can, you can, we can.
    • • Are you part of the safety TEAM…..(Together Employees Accomplish More)
    • • Forget the hearse with Safety first.
    • • Prepare & prevent instead of repair & repent.
    • • Don’t just preach safety, profit from it.
    • • “Working safely keeps everyone working.”
    • • A “Safety” attitude is one that never hurts to take home with you.
    • • The difference between preaching and practicing Safety is measured one Safety
    • Rep at a time.
    • • 6″ of bruise is better than 6′ under – Buckle up!
    • • Safety is something you learn from the start
    • • Being accident free is doing your part
    • • Safety is a frame of mind
    • So concentrate on it — all the time
    • • Safety is like a lock
    • But you are the key
    • • Before you do it, take time to think through it.
    • • Accidents hurt —- Safety doesn’t.
    • • Tomorrow – Your reward for working safely today.
    • • Chance takers are accident makers.
    • • Still water doesn’t always run deep, look before you leap.
    • • Slow down! Your family will be waiting for you.
    • • It’s better to lose one minute in life… than to lose life in a minute.
    • • In case of injury remember “rice”- rest, ice, compress and elevate.
    • • “Hey, wanna see something cool?” (Last words uttered before a mishap
    • • Have another day – by being safe today!
    • • Safety is a frame of mind – So concentrate on it — all the time.
    • • Get smart! Use safety from the start.
    • • Don’t learn safety by accident.
    • • CAUTION – I Brake For Stop Signs!
    • • At work at play, let safety lead the way.
    • • Safety is the light …. Let it shine.
    • • Fail Safety and it will fail you.
    • • Take the extra step for safety
    • • Invest in tomorrow. Practice safety today.
    • • Know safety – No injury. — No safety – Know injury.
    • • Safety… A commitment to yourself.
    • • Safety… Always in season.
    • • Safety first, to last.
    • • Safety first makes us last.
    • • Safety rules are your best tools
    • • The safe way is the only way
    • • You can eat with false teeth, you can walk with a wooden leg, you can even hear
    • with a hearing aid, but you can’t see with a glass eye.
    • • Use your eyes, don’t lose them.
    • • Lift smart, think, then start.
    • • Caution: Read, then proceed.
    • • Invest in tomorrow. Practice safety today.
    • • Safe crane operation is uplifting.
    • • Safety Clicks in 2006
    • • Safety’s great in 2008
    • • Safety never hurts!
    • • Safety begins with teamwork
    • • Your future brightens with safety
    • • The safe way is the best way
    • • Our aim, no accidents
    • • Get the safety habit
    • • Safety is everybody’s job
    • • Safety pays all ways
    • • The best safety device is a safe worker
    • • The right way is the safe way
    • • Take the extra step for safety
    • • Think safety 1st
    • • Safety is not an accident
    • • Safety…it’s my job
    • • First…safety…last
    • • Knock out…accidents
    • • Safety and quality go hand in hand
    • • Safety in the mine in 2009
    • • Make safety a priority
    • • Think safety before you start
    • • Personal floatation devices, don’t leave the dock without them.
    • • Plan and practice exit drills in the home.
    • • Play it safe in the water, swim in areas with life guards.
    • • Pretend like you are invisible when driving a motorcycle or bicycle, because a
    • small percentage of people driving cars will never see you.
    • • Prevent boating accidents, take a small boat safety course.
    • • Prevent hunting accidents, know your target before you shoot.
    • • Prior to games, check playing field to avoid fields of screams.
    • • Proper planning prevents piss-poor performance.
    • • Safe boating is no accident.
    • • SAFE — Staying Accident-Free Everywhere
    • • Safety — a small investment for a rich future.
    • • Safety can distinguish you. Lack of safety can extinguish you.
    • • Safety comes in cans:I can, you can, we can.
    • • Safety doesn’t happen by accident.
    • • Safety doesn’t slow the job down but mishaps do.
    • • Safety: expect the unexpected.
    • • Safety first… because accidents last.
    • • Safety gear — 2 minutes … Risk assessment — 5 minutes … A mishap that takes
    • a life — forever.
    • • Safety glasses: All in favor, say “Eye!”
    • • Safety glasses: Making foresight 20/20.
    • • Safety has no quitting time.
    • • Safety is about doing the right thing, even if no one is looking.
    • • Safety is a cheap and effective insurance policy.
    • • Safety is a continuing journey, not a final destination.
    • • Safety is a mission, not an intermission
    • • Safety is as easy as A-B-C: Always Be Careful.
    • • Safety is as simple as ABC… Always Be Careful.
    • • Safety is a value – not a priority.
    • • Safety is everyone’s responsibility.
    • • Safety is no accident.
    • • Safety isn’t a hobby, it’s a living.
    • • Safety rules are your best tools.
    • • Shortcuts don’t cut it.
    • • Slip, trip and fall are four-letter words.
    • • Slow down! Your family will be waiting for you.
    • • Smoke and carbon monoxide detectors save lives.
    • • Stay in shape, not only during basketball season, but also after the season.
    • • Step up, be safe, or step aside.
    • • Still water doesn’t always run deep, look before you leap.
    • • Store guns and ammo separately.
    • • Stretch and flex for your health and safety.
    • • The only excuse for poor safety is poor planning.
    • • The price of an accident is always high.
    • • The safe way is the right way.
    • • The stupid shall be punished.
    • • There are no shortcuts to anyplace worth getting.
    • • There aren’t many new accidents, but there sure are a lot of new victims.
    • • There’s no face like your own, wear face protection.
    • • There’s no such thing as new accidents, just new victims.
    • • This is not a hobby for me–I do this for a living.
    • • This machine can kill you.
    • • This tool will punch you in the face , if you let it.
    • • To learn about eye protection, ask someone who has one.
    • • To see or not to see, use eye protection.
    • • Unnecessary risks may leave you on the sidelines instead of in the game.
    • • Unprepared = Unsafe.
    • • Use the right tool for the job.
    • • Use your head figuratively—wear a helmet.. Watch what you heat.
    • • We all want to go home to our families at the end of the day
    • • Wear a bicycle helmet to prevent serious head injuries.
    • • Wear an approved bike helmet when you go bike riding, it could save your life.
    • • Wear personal flotation devices, they float, you don’t.
    • • Wear the right protective equipment for the job.
    • • What would improve safety on your job? Tell your boss.
    • • When disconnecting cords, pull the plug rather than the cord.
    • • When everything else fails, follow the instructions.
    • • When in doubt, check it out.
    • • * When it seems there is never enough time to do things the right way, remember
    • there is always enough time for an investigation.
    • • When it’s hot, drink plenty of fluids.
    • • When jogging, run against the traffic flow.
    • • When safety is first, you last.
    • • When you’re out on the water, don’t forget the basics of safe boating.
    • • While on a ladder, never step back to admire your work.
    • • Work safe today–heaven can wait.
    • • You can’t cure stupidity.
    • • You can’t get “home” unless you’re “safe.”
    • • You get the level of safety that you are prepared to walk past.
    • • Your accidents affect others too.
    • • Your safety is everyone’s responsibility, especially yours.
    • • If you fidget with safety you could lose a digit.
    • • Safety’s intention is accident prevention
    • • Safe today – Alive tomorrow
    • • Safety’s the key to accident free
    • • Before you start – Be safety smart
    • • Stop! Safety pays
    • • Put safety first – Prevent the worst
    • • Don’t learn safety by accident
    • • No injuries to anyone, ever
    • • You come into this world tied off, so stayed tied off.
    • • Chance takers are accident makers
    • • Safety…you do make a difference
    • • Safety fits like a glove; Try one on!
    • • Safety… You will regret if you forget.
    • • Safety is a full time job, don’t make it a part time practice.
    • • Safety… It can charm you, or ALARM you!
    • • Accidents Big Or Small, Avoid Them All
    • • What’s it Worth – Safety First
    • • 10 Fingers 10 Toes
    • IF you are not Safe
    • Who Knows
    • • You get what you inspect – Not what you expect
    • • Death lurks in Confined Spaces
    • • Seat Belts are for kids – Hug them at home – Belt them in the car
    • • Work Safely or Hurt greatly
    • • Open the Door to Safety: Awareness is the Key!
    • • Safety comes before schedule only in the dictionary.
    • • Safety, it’s for life.
    • • Safety isn’t for helping you up, it’s to keep you from falling.
    • • If you fidget with safety you could lose a digit.
    • • Safety’s intention is accident prevention
    • • Safe today – Alive tomorrow
    • • Safety’s the key to accident free
    • • Before you start – Be safety smart
    • • Stop! Safety pays
    • • Put safety first – Prevent the worst
    • • Don’t learn safety by accident
    • • No injuries to anyone, ever
    • • You come into this world tied off, so stayed tied off.
    • • Chance takers are accident makers
    • • Safety…you do make a difference
    • • Safety fits like a glove; Try one on!
    • • Safety… You will regret if you forget.
    • • Safety is a full time job, don’t make it a part time practice.
    • • Safety… It can charm you, or ALARM you!
    • • Accidents Big Or Small, Avoid Them All
    • • What’s it Worth – Safety First
    • • 10 Fingers 10 Toes
    • IF you are not Safe
    • Who Knows
    • • You get what you inspect – Not what you expect
    • • Death lurks in Confined Spaces
    • • Seat Belts are for kids – Hug them at home – Belt them in the car
    • • Work Safely or Hurt greatly
    • • Open the Door to Safety: Awareness is the Key!
    • • Safety comes before schedule only in the dictionary.
    • • Safety, it’s for life.
    • • Safety isn’t for helping you up, it’s to keep you from falling.
    • • Safety isn’t expensive its priceless.
    • • Unsafe acts will keep you in stitches.
    • • A spill, a slip, a hospital trip.
    • • Being safe is like breathing you never want to stop.
    • • Safety Is Your Life’s Work
    • • At Work, At Home, Let Safety Be Known
    • • Life did not begin as an accident; don’t end it with one.
    • • 30 Days has September.
    • • Safety first – Please remember.
    • • Safety practices … Do or die.
    • • Better to have two on the job than one in the hospital.
    • • Better to tie off than to fly off.
    • • Better late in this world than early to the next.
    • • Being alert never hurts.
    • • Be a leader, follow safe procedures.
    • • Be alert–accidents hurt.
    • • Be alert, be aware, be alive.
    • • Be proactive–not reactive–towards safety.
    • • Be safe at work or you might miss welcome home, a hug, a kiss.
    • • Be safety smart right from the start.
    • • Be visible when biking or jogging, wear reflective material.
    • • Before using any new equipment, read and fully understand the manufacturer’s
    • instructions.
    • • Before you do it, take time to think through it. Use ORM.
    • • Before you go boating, leave a float plan with a friend or marina operator.
    • • Behind the wheel, anger is one letter away from danger.
    • • Being safe is like breathing–You never want to stop.
    • • Better to arrive late than never. Drive carefully!
    • • Boat load limits; don’t exceed them.
    • • Boat safely, know before you go.
    • • Bottoms up, booze and boating don’t mix.
    • • Broken tools can be replaced. You can’t.
    • • Caution–I Brake For Stop Signs.
    • • Chance takers are accident makers.
    • • Change the batteries in smoke and carbon monoxide detectors annually.
    • • Check your shoes and don’t let your day slip away.
    • • Check yourself before you wreck yourself.
    • • Children should always wear a helmet while riding their bikes.
    • • Complacency will hurt you when you least expect it.
    • • Crashing sucks
    • • Do a pre warm-up and stretch prior to participating in any sport.
    • • Do the easy work first–you could be replaced before the hard work starts.
    • • Do you know how to report an unsafe condition in your workplace?
    • • Don’t be a fool! Inspect your electrical tools.
    • • Don’t be a fool. Use the proper tool.
    • • Don’t be safety blinded, be safety minded.
    • • Don’t fix the blame, fix the problem.
    • • Don’t just preach safety, profit from it.
    • • Don’t learn safety by accident.
    • • Don’t leave safe habits at work, take them home.
    • • Don’t let safety take a holiday.
    • • Don’t let the light go out, wear eye protection.
    • • Don’t lose your head: Read signs instead.
    • • Don’t overload extension cords.
    • • Don’t put your life on the line. Think safety.
    • • Don’t take unnecessary risks, use operational risk management.
    • • Don’t treat an emergency as normal and don’t treat normal actions as
    • emergencies.
    • • Double check to prevent a wreck.
    • • Dress for the weather. In cold weather, it’s better to wear several layers of
    • clothing than one bulky item.
    • • Drink plenty of cool water to prevent dehydration in the summer.
    • • Drinking and driving – There are stupider things, but it’s a very short list.
    • • Electricity can turn you off.
    • • Exercise at a comfortable pace.
    • • Exercise indoors when the air temperature plus the humidity reaches 150F.
    • • Expect the unexpected. Gear up for safety.
    • • Eyes are priceless, eye protection is cheap.
    • • Falling objects can be brutal if you don’t protect your noodle.
    • • First… safety… last.
    • • FOD — This isn’t your daddy’s flight line.
    • • Folks don’t care how much you know until they know how much you care.
    • • For safe bicycling obey all traffic signals, signs and pavement markings.
    • • Forget the nurse with safety first.
    • • Forgot your hearing protection? Forget about hearing!
    • • Get a grip. To prevent a slip, use hand rails.
    • • Get a medical check-up before starting any exercise routine.
    • • Get help if the load’s too heavy.
    • • Get In S.T.E.P. Safety Takes Every Person.
    • • Get smart! Use safety from the start.
    • • Going fishing? Get hooked on safety.
    • • Good habits will normally keep you out of bad trouble.
    • • Good housekeeping prevents accidents.

 

 

Kepemimpinan Dalam Sistem Manajemen K3

By HSP

Ref. Ismail. A (2010)

Leadership atau kepemimpinan adalah sesuatu yang dimulai dari atas kebawah. Pemimpin berbeda dengan manajer, manajer adalah kedudukan jabatan dalam suatu organisasi yang mengurus segala aspek manajerial. Tidak semua manajer bisa menjadi pemimpin, namun pemimpin yang baik harus mampu melakukan aspek manajerial.  Dalam aspek K3, semua pihak disemua area organisasi memiliki potensi untuk menjadi pemimpin, karena kepemimpinan terkait dengan cara pandang dan sikap pemimpin terhadap segala aspek yang menjadi tanggung jawabnya. Kepemimpinan sulit diukur dan ditetapkan kriterianya, sehingga tidak ada persyaratan dalam SMK3. Tetapi bukan berarti hal tersebut dapat diabaikan, karena SMK3 terkait langsung dengan pekerja. Disini kita akan membahas segi kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam SMK3. Sekali lagi kepemimpinan tidak dipersyaratkan baik oleh OHSAS 18001 ataupun SMK3 Permenaker. Jadi tidak ada kewajiban untuk menerapkannya dalam SMK3, akan tetapi kepemimpinan sangat penting untuk menunjang kesuksesan pelaksanaan SMK3, meskipun tanpa kepemimpinan SMK3 masih tetap dapat dijalankan, namun hanya dalam bentuk sebatas retorika tanpa ada perbaikkan.

Berikut akan dijelaskan elemen-elemen dasar kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam SMK3:

  1. Komunikasi yang jelas, transparan dan memiliki visi yang jauh kedepan. SMK3 harus dikomunikasikan secara jelas, sederhana dan terdapat pengembangan visi. Manajemen puncak bertanggung jawab untuk mengembangkan visi dan memastikan pesan yang dibuat jelas dan dimengerti oleh semua pihak. Disamping adanya kebijakkan K3, menajemen puncak dapat mengembangkan sendir istilah-istilah yang secara spesifik memeberikan arahan dan tindakan yang dapat dilakukan sesuai dengan tinkat personel di dalam perusahaan. Misalnya, ”Safety adalah prioritas utama”. Istilah ini sangat sederhana tetapi siapapun yang membacanya akan dapat memahami dan mengingatnya disaat melakukan aktifitas kerja.
  2. Rencana yang ringkas, jelas untuk mencapai visi. Manajemen puncak bertanggung jawab untuk memastikan penyusunan manual sistem manajemen K3 yang terdiri dari penjelasan singkat struktur dan program SMK3 yang telah dilakukan. Untuk setiap manajemen K3, sebaiknya terdiri dari: alur yang dapat dipahami, matriks tanggung jawab yang jelas, dan indikator pengukuran kinerja (KPI). Manajemen puncak dapat menunjuk siapa saja yang diberi tanggung jawab menerapkan program tersebut.
  3. Secara aktif ikut mendukung dan terlibat dalam pencapaian program. Ini mencakup setting standar kinerja bagi manajer dan supervisor pada aktifitas seperti safety patrol, investigasi kecelakaan, diskusi kelompok K3 dan proyek-proyek khusus. Para manajer dan supervisor secara aktif menyingkirkan berbagai hambatan, mempromosikan pentingnya K3 disamping kualitas dan produktifitas, dan berpartisipasi dalam inspeksi, investigasi, dan lain-lain.
  4. Dapat mempertanggungjawabkan semua program K3 kepada semua level didalam perusahaan. Ini memerlukan keterlibatan aktif semua pihak dengan memberikan peluan yang luas bagi staff untuk memberikan masukkan dan menerima tanggung jawab K3. Hal ini sangat penting dan menunjukkan bahwa standar K3 dan aturannya diketahui, ditaati bersama-sama, dan bila ada pelanggaran, diperkuat dengan tindakkan pendisiplinan.
  5. Mengintegrasikan elemen K3 kedalam fungsi inti pengelolaan bisnis. K3 jangan dianggab sebagai tambahan pekerjaan, atau menjadi sistem diluat aktifitas sehari-hari. K3 harus menjadi bagian dari setiap pekerjaan. Organisasi yang berkomitmen kuat kepada K3 memiliki batas yang luas bagi SMK3 didalam organisasinya. Bentuk yang biasa dilakukan adalah dengan mengintegrasikan SMK3 kedalam sistem manajemen lainnya seperti ISO 9001 dan ISO 14001.
  6. Komitmen kepada K3 sebagai prioritas. Memiliki SMK3 yang meliputi banyak hal, terstruktur, dan adanya proses dalam meningkatkan kompetensi sumberdaya manusianya merupakan sebuah pesan bahwa K3 menjadi prioritas didalam organisasi. Pelatihan sebaiknya tidak dipandang sebagai pengganti tapi sebagai tambahan untuk keterlibatan. Pemimpin dalam K3 mengambil setiap peluang dalam memperkuat SMK3, dan menemukan dukungan, keterlibatan pekerja dan mengakui hal tersebut sebagai prestasi positif mereka.
  7. Fokus pada perbaikkan berkelanjutan (continous improvement) dari sistem manajemen K3. Mengelola SMK3 adalah sama dengan mengelola produktivitas, kualitas atau area-area lain dalam organisasi. Peningkatan dan perbaikkan sistem dapat dijadikan sebagai bagian dari aktifitas sehari-hari.

SEMOGA BERMANFAAT!

HSP

Manfaat Penerapan SMK3

by HSP

Adabeberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, beberapa diantaranya adalah:

1. Melindungi Pekerja

Tujuan utama penerapan SMK3 adalah untuk melindungi pekerja dari segala bentuk kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Bagaimanapun pekerja adalah asset perusahaan yang paling penting. Dengan menerapkan K3 angka kecelakaan dapat dikurangi atau ditiadakan sama sekali, hal ini juga akan menguntungkan bagi perusahaan, karena pekerja yang merasa aman dari ancaman kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja akan bekerja lebih bersemangat dan produktif.

 2. Patuh Terhadap Peraturan dan Undang-Undang

Perusahaan-perusahaan yang mematuhi peraturan atau perundang-undangan yang berlaku pada umumnya terlihat lebih sehat dan exist. Karena bagaimanapun peraturan atau perundang-undangan yang dibuat bertujuan untuk kebaikan semua pihak. Dengan mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku maka perusahaan akan lebih tertib dan hal ini dapat meningkatkan citra baik perusahaan itu sendiri. Berapa banyak perusahaan yang melakukan pembangkangan terhadap peraturan yang berlaku mengalami kebangkrutan atau kerugian karena mengalami banyak permasalahan baik dengan karyawan, pemerintah dan lingkungan setempat.

3. Meningkatkan Kepercayaan dan Kepuasan Pelanggan

Penerapan SMK3 secara baik akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Betapa banyak pelanggan yang mensyaratkan para pemasok atau supplier mereka untuk menerapkan SMK3 atau OHSAS 18001. Karena penerapan SMK3 akan dapat menjamin proses yang aman, tertib dan bersih sehingga bisa meningkatkan kualitas dan mengurangi produk cacat. Para pekerja akan bekerja secara lebih baik, karena mereka terlindungi dengan baik sehingga bisa lebih produktif. Kecelakaan dapat dihindari sehingga bisa menjamin perusahaan beroperasi secara penuh dan normal untuk menjamin kontinuitas supplai kepada pelanggan. Tidak jarang pelanggan melakukan audit K3 kepada para pemasok mereka untuk memastikan bahwa pekerja terlindungi dengan baik dan proses produksi dilakukan secara aman. Tujuan mereka tidak lain adalah untuk memastikan bahwa mereka sedang berbisnis dengan perusahaan yang bisa menjamin kontinuitas supplai bahan baku mereka. Disamping itu dengan memiliki sertifikat SMK3 atau OHSAS 18001 akan dapat meningkatkan citra perusahaan sehingga pelanggan semakin percaya terhadap perusahaan tersebut.

4. Membuat Sistem Manajemen Yang Efektif

Dengan menerapkan SMK3 atau OHSAS 18001 maka sistem manajemen keselamatan akan tertata dengan baik dan efektif. Karena didalam SMK3 ataupun OHSAS 18001 dipersyaratkan adanya prosedur yang terdokumentasi, sehingga segala aktifitas dan kegiatan yang dilakukan akan terorganisir, terarah, berada dalam koridor yang teratur dan dilakukan secara konsisten. Rekaman-rekaman sebagai bukti penerapan sistem disimpan untuk memudahkan pembuktian identifikasi akar masalah ketidaksesuaian. Sehingga analysis atau identifikasi ketidaksesuaian tidak berlarut-larut dan melebar menjadi tidak terarah, yang pada akhirnya memberikan rekomendasi yang tidak tepat atau tidak menyelesaikan masalah. Dalam sistem ini juga dipersyaratkan untuk dilakukan perencanaan, pengendalian, tinjau ulang, umpan balik, perbaikan dan pencegahan. Semua itu merupakan bentuk sistem manajemen yang efektif. Sistem ini juga meminta komitmen manajemen dan partisipasi dari semua karyawan, sehingga totalitas keterlibatan line manajemen dengan pekerja sangat dituntut dalam menjalankan semua program yang berkaitan dengan K3. Keterlibatan secara totalitas ini akan memberikan lebih banyak peluang untuk melakukan peningkatan atau perbaikkan yang lebih efektif bagi perusahaan.

Itulah beberapa manfaat dari sekian manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan SMK3. Semua manfaat penerapan SMK3 akan kembali kepada perusahaan. Namun seringkali manfaat tersebut tidak pernah diukur secara kuantitatif sehingga tidak terlihat benefit yang diperoleh dari penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja tersebut. Sistem pelaporan SMK3 yang banyak dilakukan adalah dalam bentuk pengukuran pencegahan kegagalan dan bukan dalam bentuk pencapaian kesuksesan atau keberhasilan. Sehingga manajemen hanya melihat K3 sebagai sistem support yang masih menjadi cost center dan belum bisa berkontribusi kepada profit perusahaan.

SEMOGA BERMANFAAT

HSP 

 

Sistem Manjemen Keselamatan Terintegrasi

By HSP 

Definisi ”integrasi” didalam kamus bahasa sering diartikan ”mengabungkan”. Dalam banyak kasus mengintegrasikan sistem manajemen standar adalah menggabungkan elemen-elemen dari berbagai sistem dan hasil penggabungan tersebut dikatakan sebagai sistem terintegrasi. Berdasarkan definisi dari British Standard Institute, bahwa perubahan gabungan menjadi terintegarsi adalah sebagai berikut:

  • Langkah 1 – Pengabungan: Sistem manajemen yang terpisah digunakan secara bersama-sama dalam satu organisasi.
  • Langkah 2 – Dapat diintegrasikan: Elemen-elemen umum didalam sistem manajemen telah diidentifikasi.
  • Langkah 3 – Mengintegrasikan: Elemen-elemen umum yang telah diidentifikasi  sedang diintegrasikan.
  • Langkah 4 – Terintegrasi: Ada satu sistem yang menggabungkan semua elemen-elemen umum.

Strategi penggabungan sudah terdapat didalam standar primer kunci, sebagai contoh adalah Anex B dari ISO 14001 yang menjelaskan hubungan antara ISO 9001:2000 dan ISO 14001:2004. Tabel A.1 dari OHSAS 18001:19999 memperlihatkan hubungan antara OHSAS 18001:19999, ISO14001:1996 (versi lama) dan ISO 9001:2000. Meskipun terlihat mudah untuk mengintegrasikan dari sistem-sistem tersebut, namun sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan dengan hanya menggabungkan begitu saja elemen-elemen yang sama. Integrasi yang sejati (genuine integration) tidak hanya sekedar menggabungkan elemen-elemen umum menjadi satu sistem akan tetapi adalah bagaimana suatu organiasi dapat mendorong proses integrasi itu lebih jauh dengan cara melibatkan keryawan, proses review dan pendekatan sistem sehingga sistem tersebut benar-benar terintegrasi secara sistem dan terintegrasi penuh kedalam organisasi operasi bisnis.

 

 Gambar 1. Sistem Terintegrasi Dari Sudut Pandang Pekerja.

Untuk mendapat sistem terintegrasi yang benar, maka fokus dari sistem manajemen harus dipusatkan pada karyawan yang menjadi pelaksana dari sistem yang diintergasikan tersebut didalam suatu organisasi (Gambar 1). Integrasi dari komponen-komponen sistem manajemen terfasilitasi apabila karyawan yang bekerja dalam suatu organisasi bertanggung jawab langsung terhadap masalah-masalah kualitas, lingkungan dan keselamatan dan kesehatan kerja. Integrasi sistem manajamen dalam tingkat pekerja akan mengurangi kebingungan pekerja yang sering terjadi apabila berhadapan dengan multistandar dari berbagai sistem.

Konsep manajemen keselamatan yang lebih moderen memiliki filosofi bahwa keselamatan kerja berhubungan dengan kualitas produk. Hal ini dapat dilihat dari proses evolusi dari sistem manajemen keselamatan dan dibandingkan dengan sistem manajemen kualitas maka dapat dilihat ada kesamaan dalam proses evolusi kedua sistem tersebut (Tabel 1). Kedua sistem manajemen ini mengarah pada konsep yang sama yaitu Total Quality dan Total Safety. Dumas (1987) melakukan kajian dilebih 200 perusahaan selama 5 tahun, dan dia menyimpulkan bahwa ada kesamaan komponen dari sistem manajemen kualitas dan keselamatan. Dan salah satu kesimpulan dari studi yang dilakukan Dumas adalah bahwa keselamatan adalah salah satu dimensi dari kualitas, misalnya mengurangi cacat produk berarti juga mengurangi pratek tindakan tidak aman. Minter (1991) juga memastikan bahwa sebagai konsekuensi dari segala sesuatu yang aman atau selamat akan berdampak pada kualitas yang baik. Oleh karena tujuan dari kontrol kualitas adalah memperbaiki kualitas produk melalui pendeteksian dan pengurangan produk cacat, dengan cara yang sama maka tujuan dari kontrol keselamatan dapat didefinsikan sebagai pengurangan kecelakaan melalui pengurangan tindakan tidak aman dan kondisi kerja tidak aman.

Tabel 1. Tahapan Evolusi Dari Konsep Manajemen Keselamatan dan Kualitas

Quality management steps Safety management steps
Quality control Safety control
Quality assurance Safety assurance or guarantee
Total quality Total safety

Dengan melihat adanya kesamaan dari berbagai elemen dari kedua sistem manajemen ini (Tabel 2.7), maka dalam konsep manajemen keselamatan yang moderen kedua sistem ini mulai diintegrasikan dalam penerapannya. Menurut Manzella (1977), sistem manajemen keselamatan yang terintegrasi dengan sistem manajemen kualitas akan menghasilkan kinerja keselamatan yang sangat baik.

Tabel 2. Prinsip dan Hubungan Sistem Manajemen Kualitas dan Keselamatan Kerja

Safety Quality
Objective: zero accidents Objective: zero defects
Analysis of incidents Analysis of events
Documenting the politics of safety Documenting the politics of quality
   the procedures and the instructions   the procedures and the instructions of work
Safety committees Quality circles
Participation of the workers Participation of the workers
Statistical analysis Statistical control of the process
All accidents and injuries could be prevented The not conformities could be prevented
 Source: Manzella (1997)  

 

 

Gambar 2. Sistem Keselamatan Terintegrasi yang Dikembangkan oleh Weinstein

Rahimi (1995) mengusulkan integrasi rencana strategik (jangka panjang) dari keselamatan kerja kedalam Total Quality Management System (TQMS). Dari model yang diusulkan oleh Rahimi termasuk konsep strategic safety management (SSM) dan self-managed teams (SMT). Salah satu karakteristik dari model Rahimi ini adalah team yang juga terintegrasi antara team keselamatan kerja dan kualitas sehingga terbentuk kerjasama yang baik (teamwork). Weinstein (1996) mengembangkan Safety Hazard Management System (SHMS) yang mengintergrasikan prinsip-prinsip TQM, persyaratan dari ISO 9000 dan persyaratan teknis dari standar atau regulasi yang ada, bentuk sistem tersebut seperti pada Gambar 2.

Dalam banyak kasus, perusahaan tidak memiliki pilihan dalam menerapkan sistem manajemen tersebut secara terpisah, hal ini disebabkan karena rentang waktu dari proses ratifikasi sistem manajemen tersebut yang memang sangat berjauhan. Sebagai contoh, ISO 9000 diratifikasi pertama kali tahun 1987, sementara ratifikasi ISO 14000 baru dilakukan pada tahun 1996 dan OHSAS 18001 pada tahun 2000. Hal ini telah menyebabkan pendekatan terhadap penyelesaian masalah baik kualitas, keselamatan dan lingkungan dilakukan secara bagian per bagian (piecemeal approach). Pendekatan seperti ini telah mulai berubah karena dianggap tidak efektif dan efesien, banyak perusahaan sudah melakukan pendekatan yang lebih kearah sistem manajemen yang bersifat lebih komprehensif dan terintegrasi. Sistem terintegrasi tidak hanya menguntungkan akan tetapi dari sisi operasional juga lebih hemat dan bersinergis.

 Pada umumnya kebanyakan perusahaan melakukan integrasi antara sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dengan sistem manajemen keselamatan OHSAS 18001 dan/atau sistem manajemen kualitas ISO 9001. Dalam perkembangannya sistem manajemen ISO 14001 dan ISO 9001 telah diselaraskan dan diharmoniskan sehingga lebih mudah untuk diintegrasikan. Demikian pula halnya dengan OHSAS 18001 yang juga telah memiliki kesamaan struktur dengan ISO 14000  sehingga dapat diintergasikan baik dengan ISO 14001 maupun ISO 9001.

 Pada tahun 1996, CCPS mengeluarkan guideline untuk mengintegrasikan antara Process Safety Management, Environment, Safety, Health and Quality. Sistem manajemen tersebut dikembangkan secara terpisah dan mandiri, meskipun elemen-elemennya memiliki kesamaan disana-sini. Hal tersebut membuat penerapan beberapa sistem tersebut secara terpisah menjadi tidak efektif dan efesien. Hal inilah yang melatar belakangi dikeluarkannya guideline ini dan ditambah dengan adanya kebutuhan pada saat itu oleh perusahaan-perusahaan di Amerika, yaitu:

  1. Meningkatnya dan tumpang tindihnya regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, hal ini berdampak pada sistem dokumentasi, program dan perbaikan kinerja.
  2. Adanya tekanan untuk menurunkan biaya operasional dan pada saat yang sama harus meningkatkan kinerja.
  3. Adanya tekanan untuk melakukan perbaikan terus menerus dan berhenti melakukan tindakan koreksi terhadap kegagalan.
  4. Menyadari adanya keuntungan dari sistem integrasi manajemen yang lain yang sudah diterapkan.

Gambar 3 memperlihatkan kerangka sistem terintegrasi yang dimaksud oleh CCPS dalam guideline ini. Meskipun guideline ini dikembangkan untuk mengintegrasikan PSM dan ESH, namun tidak menutup kemungkinan untuk menambahkan program lain (CCPS, 1996). Proses penggabungan beberapa sistem ini berangkat dari kesamaan masing-masing elemen untuk setiap program. Dalam mempersiapkan justifikasi awal untuk mengintegrasikan sistem manajemen tersebut maka perlu dilakukan tahapan seperti pada Gambar 4

 

Gambar 3. Kerangka Sistem Terintegrasi  Process Safety Management, Environment, Safety, Health and Quality.

 

Gambar 4. Tahap Pengembangan Justifikasi Awal Sistem Terintegarsi.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menginventarisir semua program dan elemen-elemen yang terdapat dalam sistem manajemen PSM, ESH dan kualitas. Dalam melakukan inventarisir elemen-elemen dan program dari masing-masing sistem manajemen ini harus diketahui dengan baik tujuan dan isi dari elemen dan program tersebut, sekaligus dilihat dan dipelajari kemungkinan elemen dan program itu dikembangkan kedalam sistem manajemen lainnya. Sebagai contoh, apakah program pencegahan tumpahan bahan kimia dalam sistem manajemen lingkungan dapat digunakan atau dikembangkan kedalam sistem manajemen keselamatan, PSM atau kualitas. Langkah kedua adalah membuat daftar semua elemen-elemen atau program-program yang memungkinkan untuk diintergasikan, kemudian membuat prioritas mana yang lebih penting atau yang harus didahulukan. Tahap ketiga melihat atau mempelajari manfaat atau masalah yang mungkin muncul dari masing-masing elemen atau program terintegrasi tersebut, termasuk mempelajari dampaknya terhadap proses dan biaya operasional. Dan tahap terakhir adalah mengidentifikasi hal-hal yang berlaku umum dan kemungkinan untuk diintegrasikan.

Menurut Savic.S (2001), menginterasikan sistem terdiri dari tiga fasa, yaitu; fasa pertama adalah mengurai semua sistem manajemen yang akan diintegrasikan, fasa kedua menyatukan elemen-elemen yang umum dan fasa ketiga adalah mengintegrasikan elemen-elemen umum tersebut. Elemen-elemen dikatakan umum apabila memiliki:

-          Kepentingan dan tujuan yang sama.

-          Proses organisasi dan lingkungan yang sama.

-          Metoda dan teknik, teori manajemen dan praktek yang sama.

-          Proses manajemen konsep yang serupa.

-          Sumber daya manajemen konsep yang serupa.

-          Konsep pengukuran, analisa dan perbaikan yang sama.

-          Tanggung jawab manajemen yang sama.

-          Konsep bisnis, misi dan visi organisasi yang sama.

 

Gambar 5. Ilustrasi Dari Sistem Manajemen Terintegrasi.

 Berdasarkan konsep pengembangan sistem terintegrasi ini maka memungkin untuk mengembangkan sistem manajemen terintegrasi seperti ilustrasi sistem manajemen terintegrasi pada Gambar 5. Dimana dalam sistem manajemen terintegarsi tersebut dibagun oleh elemen-elemen umum dari sistem manajemen yang diintegrasikan (B) dan memungkinkan juga terdapat elemen atau program yang tidak standar (A).

 

Carilah Fakta Dalam Melakukan Analisis Kecelakaan

HSP –  Penulis: Ismail.A

Kebanyakan investigasi kecelakaan dilakukan untuk mencari siapa yang melakukan kesalahan dalam proses terjadinya kecelakaan. Istilah “investigasi” yang digunakanpun sebenarnya kurang tepat. Kata-kata investigasi umumnya digunakan pada proses penyelidikan kejadian kriminal pada kepolisian, yang tujuannya mencari pelaku kriminal atau kejahatan. Istilah investigasi kecelakaan telah mengarahkan kita kepada pencarian pelaku penyebab terjadinya kecelakaan yang pada akhir akan memberikan vonis salah dan hukuman kepada pekerja. Kita seringkali melakukan interogasi terhadap pekerja yang terlibat dalam terjadinya proses kecelakaan, hal ini akan menimbulkan ketakutan bagi pekerja dan mereka berusaha membela diri dan menutupi apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada orang yang mau disalahkan meskipun dia telah melakukan kesalahan, seseorang akan melakukan pembelaan diri jika disalahkan dalam suatu kejadian. Metode investigasi kecelakaan seperti ini tidak akan dapat menemukan penyebab kecelakaan yang sebenarnya.

          Untuk mendapatkan penyebabkan kecelakaan yang sebenarnya maka yang harus dilakukan adalah analisis kecelakaan untuk menemukan fakta. Yang menjadi pokok tujuan adalah mencari fakta-fakta yang akan mengarahkan kita kepada penyebab kecelakaan yang sebenarnya. Apa bedanya antara investigasi kecelakaan dengan analisis kecelakaan?.  Tabel 2.1 dibawah ini menunjukkan perbedaan antara investigasi kecelakaan dengan analisis kecelakaan.

Tabel 2.1. Perbedaan Antara Invesitigasi Kecelakaan dengan Analisis Kecelakaan

No. Investigasi Kecelakaan Analisis Kecelakaan
1 Dilakukan oleh personel K3 atau personel investigasi K3 profesional. Dilakukan oleh tim yang melibatkan beberapa departemen dan fungsi.
2 Pokok tujuan mencari kesalahan kerja yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Pokok tujuan mencari fakta-fakta yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.
3 Bersifat reaktif terhadap kecelakaan yang menyebabkan korban atau cidera serius. Bersifat proaktif terhadap semua jenis kecelakan dan kejadian hampir celaka.
4 Umumnya hanya menemukan satu penyebab kecelakaan. Akan menemukan beberapa penyebab kecelakaan.
5 Pendekatan yang dilakukan tidak bersifat komprehensif. Pendekatan yang dilakukan bersifat komprehensif atau menyeluruh.
6 Rekomendasi yang dihasilkan adalah hanya bagaimana menghindari kecelakaan. Rekomendasi yang dihasilkan adalah bagaimana memperbaiki dan meningkatkan proses kerja untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik dan aman.
7 Diskusi yang dilakukan mengarah kepada mencari siapa yang salah sehingga menimbulkan suasana yang kaku. Diskusi mengarah kepada pencarian fakta-fakta sehingga menimbulkan suasana yang saling mendukung.
8 Pihak manajemen akan melakukan perbaikan terhadap lingkungan kerja berdasarkan hasil hasil invesitigasi. Pihak pekerja akan memberikan rekomendasi perubahan lingkungan kerja.
9 Aplikasi dari solusi diterapkan secara sempit atau terbatas. Aplikasi dari solusi diterapkan secara lebih luas.
10 Evaluasi difokuskan kepada laju tingkat kecelakaan. Evaluasi difokuskan kepada tingkat partisipasi pekerja dalam menerapkan sistem K3.

Safety Harus Melalui Pendekatan Sistem

By HSP – Penulis:  Ismail. A

Saya menemukan banyak sekali laporan kecelakan dan tindakan pencegahan yang direkomendasikan yang bersifat lokal, sempit dan tidak menyeluruh. Pendekatan yang dilakukan adalah kasus perkasus dan solusi yang direkomendasikan juga kasus per kasus. Sebagai contoh kecelakaan yang terjadi pada salah seorang pekerja yang terkena bahan kimia bersifat korosif sehingga menyebabkan luka bakar pada tanggannya. Kemudian didalam laporan kecelakaan dijelaskan bahwa penyebab kecelakaan adalah karena tidak tersedianya alat penuang bahan baku kedalam tangki pengaduk sehingga bahan baku harus dituang secara manual kedalam tangki. Dan rekomendasi yang diberikan adalah menyediakan alat penuang atau pompa untuk memasukkan bahan baku kedalam tangki pengaduk. Pendekatan yang sangat sederhana dan sempit sehingga temuan penyebab dan rekomendasi pencegahan kecelakaan juga sangat sederhana dan sempit. Apakah rekomendasi pencegahan kecelakaan yang sederhana ini akan bisa mencegah kecelakaan yang sama dikemudian hari?, ya mungkin saja bisa, akan tetapi tidak akan berkelanjutan, pada suatu saat nanti kecelakaan yang sama ditempat yang sama bisa terjadi lagi, karena pendekatan analisis kecelakaan dan rekomendasi yang diberikan tidak menyeluruh, dan bisa saja tidak menyentuh akar permasalahan yang sesungguhnya.

Untuk memperoleh solusi yang berkelanjutan diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam melakukan analisis kecelakaan. Pendekatan menyeluruh adalah pendekatan secara sistem. Yang dimaksud dengan pendekatan sistem adalah pendekatan terhadap semua faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Menurut berbagai teori dan hasil penelitian, ada tiga faktor utama penyebab kecelakaan kerja yaitu (1) Faktor Manajemen (2) Faktor Lingkungan Kerja dan (3) Faktor Pekerja. Faktor manajemen adalah hal-hal yang berkaitan dengan sistem manajemen dan organisasi seperti diskripsi pekerjaan dan tanggung jawab, pengawasan, sistem pelaporan, prosedur kerja, program training dan seterusnya. Faktor lingkungan kerja meliputi mesin-mesin produksi, peralatan kerja, ala-alat bantu kerja, tata letak atau alur proses produksi, alat-alat keselamatan, pencahayaan, ventilasi, kebersihan dan seterusnya. Faktor pekerja meliputi kompetensi, keahlian, kedisiplinan, kepedulian dan perilaku pekerja. Dalam melakukan analisis terhadap kecelakaan atau potensi terjadinya kecelakaan kerja harus memperhatikan ketiga faktor utama kecelakaan kerja tersebut.

The U.S. OSHA Process Safety Management Standard

By HSP (Ref: Chemical Process Safety, Roy E Sander)

The OSHA Process Safety Management (PSM) standard should be reviewed to properly develop an MOC procedure. The PSM section addressing “Management of Change” is found in paragraph (l ) of OSHA 1910.119  and states:

    1. The employer shall establish and implement written procedures to manage changes [except for “replacements in kind”] to process chemicals, technology, equipment and procedures; and changes to facilities that affect a covered process.
    2. The procedures shall assure that the following considerations are addressed prior to any change.(i) The technical basis for the proposed change; (ii) Impact of change on safety and health; (iii) Modifications to operating procedures; (iv) Necessary time period for the change; and, (v) Authorization requirements for the proposed change.
    3. Employees involved in operating a process and maintenance and contract employees whose job tasks will be affected by a change in the process shall be informed of, and trained in, the change prior to startup of the process or affected part of the process.
    4. If a change covered by this paragraph results in a change to the process safety information required by paragraph (d) of the section shall be updated accordingly.
    5. If a change covered by this paragraph results in a change to the operating procedures or practices required by paragraph (f ) of this section, such procedures or practices shall be updated accordingly.

The standard also defines “replacement in kind” as a replacement that satisfies the design specification. Appendix C to OSHA 1910.119 is entitled “Compliance Guidelines and Recommendations for Process Safety Management (Nonmandatory).” It serves as a nonmandatory guideline to assist with complying to the standard.

“Managing Change.” To properly manage change to process chemicals, technology, equipment and facilities, one must define what is meant by change. In this process safety management standard, change includes all modifications to equipment, procedures, raw materials and processing conditions other than “replacement in kind.” These changes need to be properly managed by identifying and reviewing them prior to implementation of the change. For example, the operating procedures contain the operating parameters (pressure limits, temperature ranges, flow rates, etc.) and the importance of operating within these limits. While the operator must have the flexibility to maintain safe operation within the established parameters, any operation outside of these parameters requires review and approval by a written management of change procedure.

Management of change covers such as [sic] changes in process technology and changes to equipment and instrumentation. Changes in process technology can result from changes in production rates, raw materials, experimentation, equipment unavailability, new equipment, new product development, change in catalyst and changes in operating conditions to improve yield or quality. Equipment changes include among others change in materials of construction, equipment specifications, piping pre-arrangements, experimental equipment, computer program revisions and changes in alarms and interlocks. Employers need to establish means and methods to detect both technical changes and mechanical changes.

Temporary changes have caused a number of catastrophes over the years, and employers need to establish ways to detect temporary changes as well as those that are permanent. It is important that a time limit for temporary changes be established and monitored since, without control these changes may tend to become permanent. Temporary changes are subject to the management of change provisions. In addition, the management of change procedures are used to insure that the equipment and procedures are returned to their original or designed conditions at the end of the temporary change. Proper documentation and review of these changes is invaluable in assuring that the safety and health considerations are being incorporated into the operating procedures and the process. Employers may wish to develop a form or clearance sheet to facilitate the processing of changes through the management of change procedures. A typical change form may include a description and the purpose of the change, the technical basis for the change, safety and health considerations, documentation of changes for the operating procedures, maintenance procedures, inspection and testing, P&IDs, electrical classification, training and communications, pre-startup inspection, duration if a temporary change, approvals and authorization.

Where the impact of change is minor and well understood, a check list reviewed by an authorized person with proper communication to others who are affected may be sufficient. However, for a more complex or significant design change, a hazard evaluation procedure with approvals by operations, maintenance, and safety departments may be appropriate. Changes in documents such as P&IDs, raw materials, operating procedures, mechanical integrity programs, electrical classifications, etc. need to be noted so that these revisions can be made permanent when the drawings and procedure manuals are updated.

Copies of process changes need to be kept in an accessible location to ensure that design changes are available to operating personnel as well as to PHA team members when a PHA is being done or one is being updated.

The AIChE’s Center for Chemical Process Safety developed a “how to” type of book that addresses most of the concerns of OSHA’s proposed Process Safety Management standard and all of the concerns of Management of Change. This book is useful to the front-line supervisor, the second-level supervisor, superintendent, and the manager of a facility that manufactures, handles, or stores hazardous chemicals. It is for the “on-site” organization that is developing the specific procedures of a Management of Change (MOC) program.

Plant Guidelines for Technical Management of Chemical Process Safety (1992) provides contributions from many participating chemical manufacturers. There are numerous checklists, decision trees, proposed forms, apparently provided by various chemical plants who had an established MOC program. The Chemical Manufacturers Association (CMA) contracted with JBF Associates, Inc., to develop A Manager’s Guide to Implementing and Improving Management of Change Systems. This 100-page booklet, published in 1993, was not intended to be a cookbook, but rather a general guide to define the important features of MOC systems.

Mechanical Integrity in a Chemical Plant

By HSP  (Ref: Chemical Process safety, Roy E. Sander)

What does mechanical integrity mean in a chemical plant? One definition would be using generally accepted and recognized good engineering practices to confidently contain all the hazardous chemicals within the equipment and piping systems. This is achieved via strong management support, written procedures, and practices:

  • By designing to meet or exceed standards
  • By fabricating with proper materials, using proper construction and installation techniques and confirming equipment suitability with tests
  • By ensuring that the equipment remains fit for service.

It is elementary that the equipment can only remain fit for service through effective periodic inspection, testing, documentation and restoration programs. The Chemical Manufacturers’ Association defines mechanical integrity as “the establishment
and implementation of written procedures to maintain the ongoing integrity of the process equipment.” Mechanical integrity of process equipment is ensured though a documented program of procedures, training, inspections, and tests and through preventive/predictive maintenance based upon good engineering practice, applicable codes, standards,
specifications, and manufacturers’ recommendations.

Program K3 Harus Melibatkan Pekerja

by HSP

Sistem manajemen tradisional lebih mengutamakan kontrol dari top manajemen dan diteruskan kepada karyawan atau pekerja. Semua program dan kebijakan ditentukan dan dibuat oleh manajemen tanpa melibatkan pekerja. Parapekerja hanya tinggal menerima dan melaksanakan semua program K3 yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan. Sistem ini disebut “top down approach” atau pendekatan dari atas kebawah. Pada umumnya pendekatan dari atas kebawah lebih kepada pemaksaan kepada karyawan untuk menjalankan apa yang ditetapkan oleh manajemen. Kelemahan dari sistem “top down approach” adalah kurangnya rasa tanggung jawab pekerja dalam melaksanakan program tersebut dan seringkali program K3 atau solusi K3 yang diberikan kurang tepat dengan kondisi lapangan, akibatnya program tersebut tidak berjalan secara maksimal. Dalam sistem keselamatan dan kesehatan kerja pendekatan dari atas kebawah tidak akan dapat memberikan solusi atau program yang akan menyentuh sampai pada akar permasalahan, sehingga akan sulit untuk mencapai sistem keselamtan berkelanjutan.

            Sistem manajemen yang lebih moderen lebih mengutamakan keterlibatkan pekerja atau karyawan atau dikenal dengan “bottom up involvement”. Sistem ini terbukti lebih dapat diandalkan dalam mencapai sistem manajemen berkelanjutan. Banyak penelitian yang dilakukan telah membuktikan bahwa sistem ini jauh lebih baik dari sistem top down approach”.  Melibatkan, memberdayakan dan mendorong karyawan atau pekerja dalam setiap program sistem keselamatan ternyata telah menimbulkan rasa tanggung jawab pekerja dalam melaksanakan setiap program yang dibuat, dan program tersebut juga lebih tepat dan sesuai dengan kondisi lapangan karena para pekerja pada dasarnya lebih mengetahui secara lebih detil kondisi dilapangan.Parapekerja merasa lebih dihargai dengan keterlibatan mereka dalam mencari solusi atau membuat suatu program sistem keselamatan, sehingga timbul rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberhasilan program tersebut.

Sistem K3 Harus Berorientasi Pencapaian

By HSP 

Suatu kesalahan yang selama ini telah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh hampir semua perusahaan dalam penerapan sistem manajemen keselamatan adalah dengan menanamkan kedalam setiap pikiran pekerja bahwa tujuan sistem manejemen keselamatan adalah untuk menghindari kecelakaan. Maka apa yang ada dalam pikiran setiap karyawan adalah bahwa sistem manajemen keselamatan diperlukan untuk menghindari kecelakaan sehingga mereka juga bersikap dan berperilaku hanya sekedar menghindari kecelakaan. Jika tidak terjadi kecelakaan maka sistem manajemen keselamatan dianggap sudah berjalan dengan baik yang pada akhirnya karena selama ini tidak pernah atau jarang terjadinya kecelakaan kerja maka mereka merasa sistem manajemen keselamatan sudah tidak diperlukan.

            Seseorang yang melakukan sesuatu hanya sekedar untuk menghindari kegagalan atau hukuman, secara psikologi akan berdampak pada sikap atau perilaku reaktip dan korektip dari pada sikap proaktip atau inisiatip. Sikap proaktip dan inisiatip akan muncul jika seseorang melakukan sesuatu karena ingin mencapai suatu keberhasilan atau kesuksesan. Seseorang akan jauh lebih bersemangat dan konsisten dalam usaha untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan jika hanya dibandingkan dengan usaha untuk menghindari kegagalan dan hukuman.

            Jika kita ingin merubah perilaku karyawan menjadi lebih proaktip dan inisiatip maka paradigma sistem keselamatan yang berorientasi untuk menghindari kecelakaan atau kegagalan harus diubah menjadi paradigma yang berorientasi pada pencapaian atau keberhasilan. Jika kita perhatikan landasan atau orientasi penerapan sistem manjemen mutu adalah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk, penekanan dan dorongan yang diberikan bersifat positip dan pengukuran keberhasilanpun diukur dari peningkatan produktifitas dan kualitas. Berbeda halnya dengan sistem keselamatan yang selalu didorong dengan hal yang bersifat negatip seperti kegagalan, kecelakaan dan kehilangan waktu kerja. Dorongan yang bersifat negatip ini harus diubah menjadi dorongan yang bersifat positip dengan mengkaitkan keberhasilan sistem manajemen keselamatan dengan peningkatan produktifitas, efisiensi, kualitas, output produksi, reputasi perusahaan dan bahkan ada perusahaan yang menjadikan indikator keberhasilan sistem keselamatan dengan nilai saham perusahaan dipasar bursa.

K3 Merupakan Tanggung Jawab Perusahaan

By HSP  - Penulis: Ismail. A

Perusahaan sudah seharusnya bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan seluruh karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut. Karena keselamatan dan kesehatan karyawan merupakan bagian dari kelancaran proses bisnis yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan atau profit dari perusahaan. Sesuatu yang dilakukan yang didasari tanggung jawab akan memberikan hasil yang lebih optimal jika dibandingkan dengan melakukan sesuatu yang didasari karena keharusan atau mengikuti keinginan orang lain. Melakukan pekerjaan dengan kesadaran akan tanggung jawab akan jauh lebih menyenangkan jika dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan karena terpaksa.

Paradigma yang menjadikan K3 hanya sekedar memenuhi atau melaksanakan persyaratan regulasi dari pemerintah atau permintaan pelanggan tidak akan efektif dalam memelihara keselamatan dan kesehatan kerja secara berkelanjutan untuk mencapai keuntungan bisnis yang diharapkan. Pada umumnya perusahaan menerapkan berbagai sistem manajemen keselamatan hanya untuk memenuhi tuntutan undang-undang atau permintaan pelanggan. Penerapan sistem manajemen keselamatan yang didasari pada paradigma ini hanya merupakan penerapan sistem manajemen keselamatan diatas kertas. Semua pihak disibukkan untuk membuat prosedur kerja keselamatan dan berbagai tolok ukur kinerja sistem keselamatan sesuai dengan persyaratan. Prosedur yang dibuat tidak benar-benar diterapkan karena pada hakekatnya para pelaksana dilapangan tidak memahami prosedur tersebut. Apalagi kalau penyiapan prosedur tersebut dibantu oleh konsultan yang sudah siap dengan berbagai contoh sistem dan prosedur keselamatan kerja yang siap direplikasi. Sehingga prosedur yang dibuat tidak sesuai atau cocok dengan sistem operasi pada perusahaan tersebut.

Paramanajer dan supervisor sibuk memperbaiki dan melengkapi dokumen keselamatan pada saat menjelang audit akan dilakukan oleh manajemen atau badan audit lainnya. Berbagai bentuk pemalsuan data dan angka dilakukan demi menghindari adanya temuan yang dapat menyebabkan kegagalan atau dicabutnya sertifikat sistem manajemen keselamatan. Surat ijin kerja bagi kontraktor yang belum dilengkapi dan ditanda tangani manajer atau supervisor yang berwenang harus ditulis ulang, laporan kecelakaan yang terjadi beberapa bulan yang lalu belum dibuat segera dibuat, tindakan perbaikan yang belum dilakukan segera dilakukan hanya sekedar untuk melengkapi dokumen, dan banyak lagi bentuk pemalsuan dokumen dan data yang dilakukan. Semua yang dilakukan tersebut tidak akan membantu perusahaan untuk mencapai kinerja bisnis yang maksimal untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Sertifikat dan pengakuan sistem manajemen keselamatan yang diperoleh hanya sekedar simbol atau kebanggaan yang dipajang dilobi utama atau diruangan direktur utama tanpa memberikan kontribusi apa-apa bagi peningkatan proses bisnis pada perusahaan tersebut.

            Untuk memperoleh kontribusi yang maksimal dari sistem manajemen keselamatan terhadap proses bisnis maka paradigma lama yang menjadikan regulasi pemerintah atau permintaan pelanggan yang menjadi dasar penerapan sistem manajemen keselamatan harus dirubah menjadi paradigma baru dimana penerapan sistem manajemen keselamatan adalah merupakan tanggung jawab perusahaan. Apa bedanya paradigma baru dengan paradigma lama tersebut. Tentu saja sangat jauh bedanya. Meskipun kelihatannya sederhana tapi perubahan yang dibutuhkan sangat besar dan mendasar. Dampak dari perubahan paradigma ini juga sangat dahasyat terhadap kinerja proses bisnis pada perusahaan yang sudah menerapkannya. Perusahaan multinasional Eropa dan Amerika seperti Dow Chemical, Dupont, 3M, BASF, Unilever, Toyota dan masih banyak lagi perusahaan besar yang sudah menjadikan K3 sebagai tanggung jawab perusahaan secara total telah memperoleh dan menuai hasil dari kinerja sistem keselamatan dalam bentuk pertumbuhan perusahaan yang memberikan keuntungan bisnis.

            Penerapan sistem manajemen K3 yang didasari tanggung jawab perusahaan akan berdampak positip terhadap kinerja perusahaan. Karena rasa tanggung jawab tersebut akan menimbulkan kesungguhan manajemen perusahaan untuk menerapkan sistem manajemen K3. Rasa tanggung jawab tersebut baru akan muncul apabila pimpinan perusahaan memahami tujuan dari penerapan sistem manajemen K3. Beberapa tujuan penting yang harus dipahami oleh pimpinan perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Keselamatan dan kesehatan para karyawan perusahaan dapat meningkatkan kinerja dan produktifitas perusahaan.
  2. Suasana lingkungan kerja yang aman akan memberikan kenyamanan bagi karyawan untuk bekerja sehingga dapat meningkatkan motivasi dan tanggung jawab kerja.
  3. Tingkat kecelakaan yang tinggi akan merugikan perusahaan baik dari sisi financial maupun reputasi perusahaan dimata pelanggan sehingga dapat menurunkan daya saing perusahaan.
  4. Penerapan sistem manajemen keselamatan secara baik dapat meningkatkan kualitas produk, efisiensi proses produksi, output dari proses dan menurunkan produk cacat, down time karena kecelakaan, keluhan pelanggan dan limbah atau emisi terhadap lingkungan.

Semua tujuan dari penerapan sistem manajemen keselamatan adalah untuk kepentingan perusahaan bukan pemerintah atau pelanggan. Sudah sepatutnya penerapan sistem manajemen keselamatan menjadi tanggung jawab atau bahkan merupakan suatu kebutuhan bagi perusahaan jika ingin tetap mampu bersaing apalagi dalam era perdangan bebas.

 

KONSEP DASAR KESELAMATAN KERJA

I.                  Konsep Dasar Keselamatan Kerja

1.1.           Pengertian Dasar Safety

Safety berasal dari bahasa Inggris yang artinya keselamatan.  Kata-kata safety sudah sangat popular dan dipahami oleh hampir semua kalangan. Bahkan sebagian besar perusahaan  lebih suka menggunakan kata safety dari pada keselamatan. Misalnya hampir semua perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur memiliki Departemen Safety atau Safety Departement.  Safety dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana seseorang terbebas dari kecelakaan atau bahaya baik yang dapat menyebabkan kerugian secara material dan spiritual. Penerapan safety pada umumnya berkaitan dengan pekerjaan sehingga safety lebih cenderung diartikan keselamatan kerja. Bahkan saat ini safety sudah tidak dapat dipisahkan dengan kesehatan (Health) dan lingkungan (Environment) atau yang lebih dikenal dengan Safety Health Environment (SHE), ada juga yang menyebutnya Occupational Health & Environment Safety (OH&ES).  Maka secara lebih luas safety dapat diartikan sebagai kondisi dimana tidak terjadinya atau terbebasnya manusia dari kecelakaan, penyakit akibat kerja dan kerusakan lingkungan akibat polusi yang dihasilkan oleh suatu proses industri.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan atau terjadinya kondisi tidak aman dapat dipelajari dengan pendekatan keilmuan atau pendekatan praktis yang kemudian dikembangkan menjadi konsep dan teori tentang kecelakaan. Pada umumnya teori tentang kecelakaan  memusatkan perhatian pada tiga faktor  penyebab utama kecelakaan yaitu peralatan, cara kerja dan manusia atau pekerja. Seorang ahli keselamatan kerja Heinrich (1931) mengembangkan suatu konsep atau teori terjadinya kecelakaan yang dikenal dengan teori domino. Berdasarkan teori ini suatu kecelakaan terjadi dapat diakibatkan olehlimafaktor yang berdampak secara berurutan seperti limat batu domino yang dideret berdiri sejajar, yang apabila batu yang didepan jatuh akan mengakibatkan jatuhnya batu-batu yang ada dibelakangnya secara berantai. Kelima faktor tersebut adalah kebiasaan, kesalahan seserorang, perbuatan, kondisi tidak aman dan kecelakaan. Menurut teori ini apabila rantai penyebab tersebut di putus atau salah satu batu domino tersebut dihilangkan maka kecelakaan dapat dihindarkan.

Pada tahun 1967 seorang ahli safety lain bernama Birds mengembangkan teori baru dengan memodifikasi teori Heinrich. Konsep dasar teori dari Birds sama teori domino yaitu bahwa setiap kecelakaan disebabkan oleh lima faktor yang berurutan yaitu; manajemen, sumber penyebab dasar, gejala, kontak, dan kerugian. Teori ini menekankan bahwa manajemen memegang peran penting dalam mengurangi atau menghindari terjadinya kecelakaan. Bahkan Birds menyatakan bahwa kesalahan manajemen merupakan penyebab utama terjadinya kecelakaan, sementara tindakan tidak aman (unsafe act) dan kondisi tidak aman (unsafe condition) merupakan penyebab langsung suatu kecelakaan. Dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Birds dinyatakan bahwa setiap satu kecelakaan berat disertai oleh 10 kejadian kecelakaan ringan, 30 kejadian kecelakaan yang menimbulkan kerusakan harta benda dan 600 kejadian-kejadian hampir celaka. Biaya yang dikeluarkan perusahaan akibat kecelakaan kerja dengan membandingkan biaya langsung dan biaya tak lansung adalah 1:5-50 dan dapat digambarkan ibarat puncak gunung es dipermukaan laut. Yang sering terlihat dan diperhatikan dari suatu kejadian adalah kerugian akibat biaya pengobatan dan biaya konpensasi, sementara biaya lain yang jauh lebih besar seperti waktu investigasi, kehilangan waktu produksi, cacat produksi, menurunya tingkat kepercayaan pelanggan dan sebagainya jarang sekali menjadi perhatian manajemen perusahaan.

1.2.           Pentingnya Keselamatan Kerja.

Pada tahun 2002, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea menyatakan keprihatinannya terhadap keselamatan kerja, dengan menyebutkan bahwa kecelakaan kerja menyebabkan hilangnya 71 juta jam orang kerja (71 juta jam yang seharusnya dapat secara produktif digunakan untuk bekerja apabila pekerja-pekerja yang bersangkutan tidak mengalami kecelakaan) dan kerugian laba sebesar 340 milyar rupiah.

Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi, DR.Ir.Erman Suparno,MBA, MSi, dalam presentasinya pada acara sosialisasi revitalisasi pengawasan ketenagakerjaan pada tanggal 1 April 2008 di kantor Depnakertrans Jakarta mengatakan kecelakaan kerja di Indonesia menduduki pada urutan ke-52 dari 53 negara di dunia, jumlah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sebanyak 65,474 kecelakaan. Dari kecelakaan tersebut mengakibatkan meninggal 1,451 orang, cacat tetap 5,326 orang dan sembuh tanpa cacat 58,697 orang. Dalam kesempatan tersebut Menakertrans juga menyampaikan bahwa tingkat pelanggaran Peraturan Perundangan Ketenagakerjaan pada tahun 2007 sebanyak 21,386 pelanggaran.

Fakta tingginya kecelakaan kerja di Indonesia jangan di lihat sebagai takdir yang tidak biasa diubah, karena kecekaan tidak terjadi begitu saja seperti konsep-konsep terjadinya kecelakaan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Setiap kecelakaan pasti ada penyebabnya. Kelalaian perusahaan yang semata-mata memusatkan diri pada keuntungan, dan kegagalan pemerintah dalam meratifikasi konvensi keselamatan internasional atau melakukan pemeriksaan terhadap pekerja merupakan dua hal yang menjadi penyebab utama besarnya tingkat kecelakaan kerja di Indonesia. Padahal sesungguhnya pemerintah dan menajemen perusahaan berkewajiban melindungi dan menyediakan tempat kerja yang aman bagi pekerja agar terhindar dari kecelakaan kerja. Ada tiga alasan utama mengapa keselamatan kerja tersebut sangat penting yaitu:

  1. Keselamatan kerja merupakan hak yang paling dasar bagi pekerja. Setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan dan keamanan selama berkerja.
  2. Karena keselamatan kerja tersebut merupakan Hak Asasi Pekerja maka perlu dilindungi oleh Undang-Undang atau aturan-aturan hokum baik ditingkat nasional maupun internasional.
  3. Tujuan perusahaan adalah mendapatkan keuntungan, untuk mendukung tujuan tersebut faktor keselamatan kerja menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerugian akibat kecelakaan kerja.

1.3. Implemetasi Safety Model PDCA

Implementasi keselamatan kerja dengan menggunakan model PDCA atau Plan-Do-Check-Action merupakan implementasi secara sistematis dengan prinsip dasar perbaikan terus menerus (continuous improvement). Model ini sebenarnya banyak digunakan diberbagai aplikasi dan tidak hanya pada program safety saja. Model PDCA dapat digunakan bilamana memulai project baru, melakukan perubahan apakah pada system atau proses, ketika melakukan pengembangan atau perbaikan system dan bilamana melakukan perubahan apapun.

  1. Perencanaan (Plan); melakukan perencanaan atau membuat program sesuai dengan tujuan dan permasalahan yang ada atau berdasarkan OH&S Policy. Contoh: apa major accident yang mungkin terjadi, apa penyebab atau sumber bahaya yang dapat menyebabkan major accident tersebut dapat terjadi.
  2. Pelaksanaan (Do); melaksanakan program-program atau rencana yang sudah di tetapkan pada tahap perencanaan. Tahap ini merupakan tahapan paling penting karena akan melibatkan semua departemen atau divisi terkait. Tahapan pelaksanaan ini biasanya mengacu pada system manajemen atau prosedur yang ada. Contoh: pelakasanaan tolok ukur untuk mengontrol bahaya (pelaksanaan work permit), pelaksanaan manjemen K3.
  3. Pengecekan (Check); memastikan bahwa semua program yang sudah ditetapkan berjalan sesuai dengan rencana dan waktu yang sudah disepakati. Pengecekan dapat dilakukan dalam bentuk audit atau manejemen review. Contoh: Memastikan bahwa work permit digunakan secara benar.
  4. Tindakan (Action); melakukan perbaikan terhadap temuan atau kekurangan pelaksanaan program yang sudah ditetapkan.

Pada gambar dibawah ini dapat dilihat bagaimana model siklus PDCA dalam implementasi keselamatan kerja.

 

1.4      Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja mempunyai tujuan untuk memperkecil atau menghilangkan potensi bahaya atau risiko yang dapat mengakibatkan kesakitan dan kecelakaan dan kerugian yang mungkin terjadi. Kerangka konsep berpikir Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah menghindari resiko sakit dan celaka dengan pendekatan ilmiah dan praktis secara sistimatis (systematic), dan dalam kerangka pikir kesistiman (system oriented).

Untuk memahami penyebab dan terjadinya sakit dan celaka, terlebih dahulu perlu dipahami potensi bahaya (hazard) yang ada, kemudian perlu mengenali (identify) potensi bahaya tadi, keberadaannya, jenisnya, pola interaksinya dan seterusnya. Setelah itu perlu dilakukan penilaian (asess, evaluate) bagaimana bahaya tadi dapat menyebabkan risiko (risk) sakit dan celaka dan dilanjutkan dengan menentukan berbagai cara (control, manage) untuk mengendalikan atau mengatasinya. Langkah langkah sistimatis tersebut tidak berbeda dengan langkah-langkah sistimatis dalam pengendalian resiko (risk management). Oleh karena itu pola pikir dasar dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja  pada hakekatnya adalah bagaimana mengendalikan resiko dan tentunya didalam upaya mengendalikan risiko tersebut masing-masing bidang keilmuan akan mempunyai pendekatan-pendekatan tersendiri yang sifatnya sangat khusus.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang mempunyai kerangka pikir yang bersifat sistimatis dan berorientasi kesistiman tadi, tentunya tidak secara sembarangan penerapan praktisnya di berbagai sektor didalam kehidupan atau di suatu organisasi. Karena itu dalam rangka menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja ini diperlukan juga pengorganisasian secara baik dan benar.  Dalam hubungan inilah diperlukan Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang terintegrasi dan perlu dimiliki oleh setiap organisasi. Melalui sistim manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja inilah pola pikir dan berbagai pendekatan yang ada diintegrasikan kedalam seluruh kegiatan operasional organisasi agar organisasi dapat berproduksi dengan cara yang sehat dan aman, efisien serta menghasilkan produk yang sehat dan aman pula serta tidak menimbulkan dampak lingkungan yang tidak diinginkan.

Perlunya organisasi memiliki sistim manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja yang terintegrasi ini, dewasa ini sudah merupakan suatu keharusan dan telah menjadi peraturan. Organisasi Buruh Sedunia (ILO) menerbitkan panduan Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Di Indonesia panduan yang serupa dikenal dengan istilah SMK3, sedang di Amerika OSHAS 1800-1, 1800-2 dan di Inggris  BS 8800 serta di Australia disebut AS/NZ 480-1. Secara lebih rinci lagi asosiasi di setiap sektor industri di dunia juga menerbitkan panduan yang serupa seperti misalnya khusus dibidang transportasi udara, industri minyak dan gas, serta instalasi nuklir dan lain-lain sebagainya. Bahkan dewasa ini organisasi tidak hanya dituntut untuk memiliki sistim manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi, lebih dari itu organisasi diharapkan memiliki budaya sehat dan selamat (safety and health culture) dimana setiap anggotanya menampilkan perilaku aman dan sehat.

1.5. Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3)

Dasar hukum penerapan SMK3 ditempat kerja yang memperkerjakan sebanyak 100 orang atau lebih dan mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi  yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti ledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja adalah Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan peraturan-peraturan pelaksanaanya yaitu:

i.       Peraturan Menteri No. Per. 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

ii.       Peraturan Perundangan lainnya yang berkaitan dengan Peraturan Menteri tersebut diatas.

Salah satu fungsi dari manajemen disemua tingkatan adalah kontrol. Ada tiga faktor yang menyebabkan kurang baiknya kontrol dari manjemen, yaitu:

  1. Kebijakan K3 yang tidak tepat.
  2. Program K3 yang tidak memenuhi standar atau persayaratan
  3.  Implementasi program yang tidak sepenuhnya di jalankan atau didukung oleh pekerja.

Secara garis besar program K3 meliputi hal-hal dibawah ini:

  1. Kepemimpinan dan administrasinya
  2. Manajemen K3 yang terpadu
  3. Pengawasan dan control
  4. Analisis pekerjaan dan procedural
  5. Penelitian dan analisis pekerjaan
  6. Training bagi pekerja
  7. Pelayanan kesehatan bagi pekerja
  8. Penyediaan alat pelindung diri (APD)
  9. Peningkatan kesadaran pekerja terhadap K3
  10. Sistem audit
  11. Laporan dan pendataan.

Dalam era industri yang penuh dengan persaingan, penerapan manajemen K3 menjadi sangat penting untuk dijalankan secara sistematis dan terarah. Pengalaman di Negara-negara lain menunjukan bahwa tren suatu pertumbuhan dari system K3 adalah melalui fase-fase tertentu, yaitu fase kesejahteraan, fase produktivitas kerja, dan fase toksikologi industri. Saat ini penerapan K3 di Indonesia pada umumnya masih berada pada fase paling bawah yaitu fase kesejahteraan. Sebagian kecil perusahaan-perusahaan besar bertaraf internasional sudah mengarah pada fase peningkatan produktivitas kerja. Misalnya program K3 yang disesuaikan dengan sistem ergonomic (penyesuaian beban kerja/alat kerja dengan kemampuan dan fisik pekerja) yang merupakan salah satu usaha untuk mencetak para pekerja yang produktif.

Dalam konteks penyebab terjadinya kecelakaan akibat kerja dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:

  1. Faktor fisik, yang meliputi penerangan, suhu udara, kelembaban, laju rambat udara, kebisingan, vibrasi mekanis, radiasi, tekanan udara, dan lain-lain.
  2. Faktor Kimia, yaitu berupa gas, cairan, uap, debu, asap, dan lain-lain.
  3. Faktor Biologi, baik berupa mikrorganisme, hewan dan tumbu-tumbuhan.
  4. Faktor Fisiologis, seperti konstruksi mesin, sikap, dan cara kerja.
  5. Faktor mental-fisiologis, yaitu susunan kerja, hubungan diantara pekerja atau dengan pengusaha, pemeliharaan kerja, dan sebagainya.

Semua faktor-faktor diatas dapat mengganggu aktivitas kerja seseorang. Misalnya penerangan yang kurang akan menyebabkan kelelahan pada mata. Suara gaduh atau bising dapat berpengaruh pada daya ingat pekerja. Semua itu dapat memicu terjadinya kecekaan kerja.

II. Process Safety Management (PSM)

 2.1. OSHA Process Safety Management

PSM adalah merupakan suatu regulasi yang di keluarkan oleh U.S. Occupational Safety and Health Administration (OSHA), tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau kejadian seperti kejadian yang sangat mengerikan di India pada tahun 1984, yaitu kasus Bhopal. OSHA mengusulkan suatu standar yang mengatur cara penanganan bahan-bahan kimia berbahaya dan membuat suatu program secara komprehensif dan terintegrasi kedalam proses teknologi, prosedur dan manajemen praktis. Kemudian OSHA mengeluarkan suatu regulasi tentang penanganan, penggunaan dan proses bahan-bahan Kimia yang sangat berbahaya (Title 29 of CFR Section 1910.119).

PSM ini awalnya dibuat untuk melindungi sejumlah industri yang ditandai dengan kode SIC, dimana prosesnya melibatkan lebih dari 5 ton bahan mudah terbakar dan 140 bahan beracun dan reaktif, secara garis besar persyaratan yang dibuat oleh OSHA PSM adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan analisa bahaya proses ditempat kerja untuk mengidentifikasi dan mengontrol bahaya dan meminimalkan konsekuensi dari kecelakan yang sangat parah atau fatal.
  2. Menyesuaikan control engineering terhadap fasilitas dan peralatan produksi, proses, dan bahanbakuuntuk mencegah kecelakaan yang fatal.
  3. Mengembangkan manajemen kontrol sistem  untuk mengendalikan bahaya, melindungi lingkungan dan memberikan keselamatan dan kesehatan terhadap pekerja.
  4. Membuat administrasi kontrol untuk perubahan fasilitas, prosedur operasi, keselamatan kerja, training dan sebagainya untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja.
  5. Melakukan audit berkala untuk mengukur efektifitas PSM standar.

Elemen-elemen yang terdapat dalam OSHA PSM adalah sebagai berikut:

1. Process Safety Information

Membuat prosedur informasi keselamatan mengenai identifikasi bahaya kimia dan proses ditempat kerja, peralatan yang digunakan dan teknologi proses yang digunakan.

2. Process Hazard Analysis

Melakukan kajian bahaya ditempat kerja, termasuk identifikasi potensi sumber kecelakaan dan kejadian kecelakaan yang pernah terjadi serta memperkirakan dampak terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja.

3. Operating Procedures

Mengembangkan dan mengimplementasikan prosedur operasi untuk proses kimia, termasuk prosedur untuk masing tahap operasi, batasan operasi, dan pertimbangan keselamatan dan kesehatan.

4. Employee Participation

Melakukan konsultasi atau diskusi dengan pekerja atau perwakilan pekerja dalam mengembangkan dan melakukan kajian bahaya di tempat kerja dan perencanaan pencegahan kecelakaan dan memberikan kepada mereka akses terhadap standar yang dibutuhkan.

5. Training

Semua pekerja baik lama atau baru harus di training mengenai prosedur operasi, prosedur keselamatan, prosedur emergensi dan seterusnya sesuai dengan kebutuhan ditempat kerja.

6. Contractors

Memastikan kontraktor dan karyawan kontrak diberikan informasi dan training yang sesuai.

7.      Pre-Startup Safety Review

Melakukan pre-startup review pada semua peralatan yang baru di install atau dimodifikasi.

8.      Mechanical Integrity

Membuat system perawatan untuk peralatan-peralatan yang kritikal, termasuk prosedur tertulis, pelatihan pekerja, inspeksi dan pengujian untuk memastikan semua peralatan berjalan baik.

9.      Hot Work Permit

Hot work permit harus dikeluarkan atau digunakan untuk bekerja diarea panas.

10.  Management of Change

Membuat procedur yang mengatur perubahan atau modifikasi proses, teknologi, peralatan, bahan baku dan prosedur kerja.

11.  Incident Investigation

Melakukan instigasi terhadap semua potensi kecelakaan yang berpotensi atau dapat mengakibatkan kecelakaan besar di tempat kerja.

12.  Emergency Planning and Response

Memberikan training atau pelatihan kepada pekerja dan kontraktor dalam mengahdapi keadaan darurat.

13.  Compliance Audits

Melakukan review secara berkala terhadap kajian bahaya ditempat kerja dan sistem tanggap darurat.

14.  Trade Secrete

Menyediakan informasi kepada petugas yang bertanggung jawab atau diberi wewenang yang berkaitan dengan bahaya proses, kimia, procedur operasi dan lain-lain yang dibutuhkan termasuk informasi rahasia dagang jika diperlukan.

PSM standar adalah merupakan suatu regulasi yang didasarkan pada kinerja, dan pelaksanaannya sangatlah fleksibel dan dapat disesuaikan atau dikembangkan sesuai dengan situasi masing-masing perusahaan. Hal ini telah menyebabkan terjadinya perbedaan interpretasi dari regulasi tersebut antara perusahaan-perusahaan dengan OSHA’s Compliance Safety and Health Officers (CSHOs) sehingga menimbulkan kesalah pahaman dalam pelaksanaanya. Untuk menanggulangi hal tersebut OSHA mengeluarkan pedoman pelaksanaan dari PSM standar tersebut. Pedoman yang pertama dikeluarkan tahun 1992 yaitu CPL 2-2.45A. Pedoman ini memasukan informasi mengenai:

–          Pendekatan OSHA untuk melakukan inspeksi pelaksanaan

–          Kriteria untuk menyeleksi fasilitas untuk di inspeksi

–          Pedoman audit PSM termasuk audit ceklist.

–          Klarifikasi dan interpretasi dari PSM standar.

–          Daftar acuan untuk untuk kesesuain pelaksanaan dengan PSM standar.

–          Pedoman untuk persiapan inspeksi.

Pada tahun 1994, OSHA kembali mengeluarkan pedoman untuk melengkapi pedoman sebelumnya, yaitu CPL 2-2.45A CH-1. Dalam pedoman ini ditambahkan klarifikasi teknis mengenai jadual inspeksi, update pedoman dan pertanyaan mengenai keselamatan kontraktor, dan lebih penting adalah klarifikasi dan interpretasi mengenai standar tersebut.

2.2. CCPS Process Safety Management

Definisi PSM menurut CCPS adalah aplikasi dari prinsip-prinsip manajemen dan sistem untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengontrol bahaya proses untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan proses tersebut. Center for Chemical Process Safety (CCPS) dari the American Institute of Chemical Engineers (AIChE) mempublikasikan buku dengan judul ”Guidelines for the Technical Management of Chemical Process Safety” yang menjelaskan berbagai metoda untuk mengidentifikasi bahaya pada fasilitas industri dan mengkuantifiaksi potensi keaparahan bahaya tersebut. PSM standar dari OSHA pada bagian lampiran menekankan penggunaan metoda yang dijelaskan dalam buku ini.

Terdapat 12 element didalam CCPS PSM, yaitu:

  1. Accountability: Objectives and Goals
  • Continuity of Operations
  • Continuity of Systems (resources
  • and funding)
  • Continuity of Organizations
  • Company Expectations (vision or
  • master plan)
  • Quality Process
  • Control of Exceptions
  • Alternative Methods (performance
  • vs. specification)
  • Management Accessibility
  • Communications

2. Process Knowledge and Documentation

  • Process Definition and Design
  • Criteria
  • Process and Equipment Design
  • Company Memory (management
  • information)
  • Documentation of Risk
  • Management Decisions
  • Protective Systems
  • Normaland Upset Conditions
  • Chemical and Occupational Health
  • Hazards

3. Capital Project Review and Design

  • Procedures (for new or existing plants,
  • expansions, and acquisitions)
  • Appropriate Request Procedures
  • Risk Assessment for Investment
  • Purposes
  • Hazards Review (including worst
  • credible cases)
  • Siting (relative to risk management)
  • Plot Plan
  • Process Design and Review
  • Procedures
  • Project Management Procedures

4. Process Risk Management

  • Hazard Identification
  • Risk Assessment of Existing
  • Operations
  • Reduction of Risk
    • Residual Risk Management (inplant emergency response and mitigation)
    • Process Management during
    • Emergencies
    • Encouraging Client and Supplier
    • Companies to Adopt Similar Risk
    • Management Practices
    • Selection of Businesses with
    • Acceptable Risks

5. Management of Change

  • Change of Technology
  • Change of Facility
  • Organizational Changes That May
  • Have an Impact on Process
  • Safety
  • Variance Procedures
  • Temporary Changes
  • Permanent Changes

6. Process and Equipment Integrity

  • Reliability Engineering
  • Materials of Construction
  • Fabrication and Inspection
  • Procedures
  • Installation Procedures
  • Preventive Maintenance
  • Process, Hardware, and Systems
  • Inspections and Testing (pre-startup
  • safety review)
  • Maintenance Procedures
  • Alarm and Instrument Management
  • Demolition Procedures

7.  Human Factors

  • Human Error Assessment
  • Operator/Process and Equipment
  • Interfaces
  • Administrative Controls versus
  • Hardware

8.  Training and Performance

  • Definition of Skills and Knowledge
  • Training Programs (e.g., new
  • employees, contractors, technical
  • employees)
  • Design of Operating and
  • Maintenance Procedures
  • Initial Qualification Assessment
  • Ongoing Performance and
  • Refresher Training
  • Instructor Program
  • Records Management

9. Incident Investigation

  • Major Incidents
  • Near-miss Reporting
  • Follow-up and Resolution
  • Communication
  • Incident Recording
  • Third-party Participation as Needed

10. Standards, Codes, and Laws

  • Internal Standards, Guidelines, and
  • Practices (past history, flexible
  • performance standards,
  • amendments, and upgrades)
  • External Standards, Guidelines, and
  • Practices

11. Audits and Corrective Actions

  • Process Safety Audits and
  • Compliance Reviews
  • Resolutions and Close-out
  • Procedures

12. Enhancement of Process Safety

  • Knowledge
  • Internal and External Research
  • Improved Predictive Systems
  • Process Safety Reference Library

2.1.          Perbedaan dan Persamaan CCPS dan OSHA PSM

Kedua sistem PSM ini baik yang dikeluarkan oleh OSHA maupun CCPS memiliki tujuan yang sama yaitu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan fatal di tempat kerja. Meskipun demikian terdapat beberapa perbedaan dan persamaan pada elemen-elemen masing-masing dengan tujuan untuk memberikan penekanan pada poin-poin tertentu dan juga saling melengkapi kedua standar ini. OSHA bahkan menekan untuk mengikuti pedoman aplikasi PSM yang dikeluarkan oleh CCPS yang notabene mengandung elemen-elemen PSM dari CCPS itu sendiri.

Tabel . Elemen-elemen PSM dari OSHA dan CCPS

PROGRAM ELEMENT

OSHA

CCPS

PROCESS SAFETY INFORMATION

PROCESS HAZARD ANALYSIS

OPERATING PROCEDURES

PRESTART PRESTART-UP REVIEWS

TRAINING

MECHANICAL INTEGRITY

MANAGEMENT OF CHANGE

INCIDENT INVESTIGATION

AUDITS

SAFE WORK PRACTICES

EMERGENCY PLANNING

CONTRACTORS

EMPLOYEE PARTICIPATION

TRADE SECRETS

EMPLOYEE FITNESS FOR DUTY
MULTIPLE SAFE GUARDS

 

Secara garis besar ada empat elemen OSHA yang tidak masukan oleh CCPS yaitu:

  1. Emergency planning
  2. Contractors
  3. Employee Participation
  4. Trade Secrete.

Sementara 10 elemen lainnya terdapat didalam kedua sistem ini baik OSHA maupun CCPS akan tetapi penekanan pada masing-masing elemen terdapat perbedaan.

You might also likeclose