Bahaya Confined Space

by HSP – Penulis: Ismail. A

Apa itu confined space?

Penulis yakin bahwa hampir semua safety professional sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan confined space, akan tetapi secara definisi confine space dapat dijelaskan sebagai berikut: “ adalah area atau ruang yang tertutup secara penuh atau sebagian dimana disana terdapat risiko kecelakaan apakah cidera atau kematian akibat dari kondisi yang berbahaya”.  Ciri-ciri dari confined space adalah sebagai berikut:

  • Memiliki bukaan yang terbatas baik untuk masuk maupun keluar.
  • Adaruang untuk masuk yang cukup besar atau setidaknya sebagian terbuka.
  • Tidak dirancang untuk manusia berada didalamnya terus menerus.
  • Ventilasi yang tidak memadai.
  • Berpontensi mengandung gas beracun.

Di area pabrik umumnya sangat mudah untuk menemui confined space, seperti tanki penyimpanan, vessel, furnace, piping system, ruangan untuk spray painting, dsb.

 Confined space berpotensi menimbulkan bahaya karena adanya bahan kimia dan aktifitas yang dilakukan didalamnya. Ventilasi yang buruk akan menimbulkan akumulasi bahan kimia (gas/uap) berbahaya didalam ruangan tersebut. Beberapa aspek penting yang harus diperhatikan dari bahaya confined space adalah:

  • Level oksigen yang rendah (tidak cukup)
  • Level oksigen yang terlalu tinggi (berlebih)
  • Gas atau uap mudah terbakar
  • Gas atau uap beracun
  • Masuknya cairan atau debu

Bahaya lain yang terdapat didalam confined space:

  • Hambatan dalam ruangan tersebut;
  • Kurangnya pencahayaan dan visibilitas;
  • Listrik;
  • Kebisingan yang berlebihan;
  • Panas;
  • Tenggelam kedalam kantong cairan;
  • Terkena benda jatuh;
  • Adanya peralatan internal / mesin (mixer, penukar panas, dll);
  • Sulit akses dan jalan keluar;
  • Jatuh dari ketinggian (kolom, dll);
  • Dll.

Banyak potensi bahaya yang menjadi lebih buruk atau berbahaya dapat terjadi didalam confined space jika dibandingkan berada diruang normal.

Kekurangan Oksigen (Level Oksigen Rendah)

Kekurangan oksigen didalam confined space dapat terjadi melalui Oxygen Displacement, Oxygen Depletion dan Reaksi Kimia. Oxygen displacement seringkali dilakukan untuk menghindari terbentuknya campuran gas mudah terbakar, misalnya dengan memasukan gas methan atau nitrogen untuk menggantikan oxygen yang terdapat didalam confined space. Karena oxygen merupakan salah satu component untuk terjadinya kebakaran.  Oxygen depletion dapat terjadi akibat aktivitas yang dilakukan didalamnya seperti pengelasan, dimana pada saat pengelasan dilakukan oxygen yang ada diudara dikonsumsi untuk proses pengelasan. Reaksi kimia misalnya adalah proses korosi yang terjadi didalam confined space juga dapat menurunkan kadar oxygen yang terdapat didalam confined space.

Pengaruh kekurangan Oksigen:

21% Konsentrasi normal Oxygen diudara
15%-19% Tanda pertama adalah hipoksia. Penuruan kemampuan untuk bekerja. Dapat menimbulkan gangguan awal pada sirkulasi paru bagi yang memiliki masalah pernapasan (sesak napas)
12%-14% Proses pernapasan mulai berat, laju napas mulai naik, dan mulai terjadi gangguan koordinasi otot, persepsi dan penilaian.
10%-12% Laju pernapasan makin cepat dan dalam, penilaian makin buruk dan bibir mulai biru.
8%-10% Gagal mental, tidak sadar, pingsan, pucat, bibir biru, mual, muntah, tidak mampu bergerak.
6%-8% 6 menit, 50% kemungkinan meninggal8 menit, 100% kemungkinan meninggal
4%-6% Koma dalam 40 detik, kejang, pernapasan terhenti, dan meninggal

Kelebihan Oxygen

Kelebihan oxygen dapat meningkatkan potensi kebakaran dan ledakan. Kelebihan oksigen dapat terjadi akibat kebocoran tabung oxigen pada saat pengelasan.

Gas Mudah Terbakar

Campuran gas mudah terbakar apabila berada dalam rentang Lower and Upper Explosion Limit (LEL dan UEL). Jika campuran gas terbakar didalam confined space menjadi sangat berbahaya karena keterbatasan ruang untuk evakuasi, level oksigen akan turung dengan cepat, asap akan terkumpul didalam ruangan tersebut dan panas akan naik dengan cepat sehingga menyulitkan untuk evakuasi.

Gas Beracun

Keberadaan gas beracun didalam confined space dapat mengakibatkan berbagai dampak terhadap kesehatan, tergantung dari jenis bahan kimianya dan paparannya. Mulai dari gatal-gatal sampai pada meninggal. Tingkat paparan dapat dilihat dari nilai ambang batas yang dijinkan (NAB) dari bahan kimia tersebut. Nilai NAB umumnya dapat diperoleh dari data MSDS.

SEMOGA BERMANFAAT

HSP

Print Friendly, PDF & Email